BANDARLAMPUNG — Pemerintah Provinsi Lampung menggandeng PT. Nusantara Plastik Energi untuk mengelola sampah sekaligus mengembangkan potensi energi dan industri hijau. Kesepakatan ini ditandatangani langsung oleh Gubernur Rahmat Mirzani Djausal dan Direktur Utama PT. Nusantara Plastik Energi Muhammad Dani SM Rabbani.
Provinsi Lampung dipilih sebagai proyek percontohan nasional karena posisinya yang strategis dan dukungan penuh dari pemerintah daerah. Perusahaan akan membawa teknologi pengelolaan sampah yang sudah diterapkan di Eropa selama lebih dari 30 tahun.
Pada tahap pertama, perusahaan akan membangun fasilitas pengolahan sampah plastik berkapasitas 15.000 ton per tahun. Nilai investasi yang digelontorkan mencapai 25 juta Euro dan diperkirakan menyerap sekitar 40 tenaga kerja.
Sistem yang digunakan bersifat modular sehingga kapasitasnya bisa ditingkatkan secara bertahap. Target jangka panjang, fasilitas ini mampu mengelola hingga 200.000 ton sampah per tahun.
Ruang lingkup kerja sama tidak hanya soal pengolahan sampah. Perusahaan juga akan mengembangkan pembangkit listrik tenaga air skala kecil (micro hydro power plant) dan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).
Teknologi yang digunakan meliputi refuse-derived fuel (RDF) dan pirolisis untuk mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar. Hasil olahan nantinya berupa minyak pirolisis, bahan bakar alternatif, bahan baku daur ulang, hingga produk turunan dari sampah organik.
Menurut pihak perusahaan, proyek ini tidak hanya mengurangi volume sampah tetapi juga membuka peluang ekonomi sirkular. Selain menciptakan lapangan kerja, pengelolaan sampah ini berpotensi menghasilkan pendapatan tambahan melalui skema kredit karbon.
Pemerintah Provinsi Lampung menilai kerja sama ini sebagai langkah strategis menuju ekonomi hijau. Gubernur berharap proyek ini bisa memperkuat ketahanan energi daerah sekaligus mewujudkan pembangunan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Kedua belah pihak sepakat memulai kerja sama dengan pelaksanaan studi kelayakan atau feasibility study. Setelah itu, pembangunan dan pengembangan sektor strategis akan dilakukan secara bertahap.
Jika berhasil, Lampung diharapkan menjadi model transformasi pengelolaan sampah nasional yang bisa direplikasi di berbagai daerah di Indonesia.