Polda Metro Jaya Kerahkan 6.675 Personel Gabungan Amankan Kunjungan Presiden Jerman dan Aksi Unjuk Rasa di Jakarta

Penulis: Rizal Fikri  •  Senin, 15 Juni 2026 | 14:59:31 WIB
Personel gabungan Polda Metro Jaya siap amankan kunjungan Presiden Jerman dan aksi unjuk rasa di Jakarta.

JAKARTA — Sebanyak 6.675 personel gabungan dikerahkan Polda Metro Jaya untuk mengamankan kunjungan Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier dan aksi unjuk rasa di sejumlah titik Jakarta, Senin (15/6/2026). Apel pengamanan digelar di Kompleks Parlemen, Senayan, sebagai tanda dimulainya operasi.

Dua Agenda Besar: Kenegaraan dan Aspirasi Publik

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto menyebut pengamanan difokuskan pada dua kegiatan utama. Pertama, kunjungan kenegaraan Presiden Jerman yang dijadwalkan mengunjungi Istana Negara, Masjid Istiqlal, dan Gereja Katedral. Kedua, pengawalan aksi penyampaian pendapat di muka umum yang diperkirakan melibatkan ratusan peserta.

"Kami akan melaksanakan pengamanan kunjungan kenegaraan Presiden Federasi Republik Jerman beserta Ibu Negara. Selain itu, kami juga melakukan pengamanan kegiatan penyampaian aspirasi masyarakat di sejumlah lokasi," ujar Kombes Pol. Budi Hermanto usai apel.

Lokasi Rawan dan Rekayasa Lalu Lintas Situasional

Beberapa titik yang menjadi perhatian aparat antara lain kawasan DPR/MPR, Silang Monas, Bundaran HI-Dukuh Atas, dan kantor Badan Gizi Nasional. Polda Metro Jaya bersama Kodam Jaya telah menyiapkan pola pengamanan VVIP selama kunjungan berlangsung.

Rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara situasional saat rombongan kenegaraan melintas. "Penutupan jalan dilakukan secara situasional saat rombongan kenegaraan melintas. Setelah itu, arus lalu lintas akan kembali dibuka untuk masyarakat," jelas Budi.

Larangan Bawa Senjata Api dan Arahan Kapolda

Kombes Pol. Budi Hermanto menegaskan seluruh personel telah mendapat arahan langsung dari Kapolda Metro Jaya. Petugas diminta mengedepankan pendekatan humanis, sabar, dan tidak terprovokasi selama menjalankan tugas.

"Petugas yang melaksanakan pengamanan harus sabar, humanis, dan tidak terprovokasi. Hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat tetap harus dilindungi," ujarnya. Polda Metro Jaya juga memastikan tidak ada personel yang membawa senjata api saat mengamankan aksi unjuk rasa.

Reporter: Rizal Fikri
Sumber: rri.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top