LAMPUNG — Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat penurunan drastis penjualan wholesales BYD pada Mei 2026. Model terlaris BYD periode itu tetap dipegang Sealion dengan 258 unit, disusul M6 (197 unit) dan Atto 3 (174 unit). Sementara E6, Dolphin, Atto 1, dan Seal masing-masing hanya mencatatkan distribusi 129 unit, 101 unit, 26 unit, dan 10 unit.
Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther T Panjaitan, menjelaskan bahwa penurunan ini adalah dampak langsung dari transisi sumber produksi (production source) yang tengah berlangsung.
"Itu adalah dampak dari transisi production source kita. Sebelumnya kita masih berbasis impor, wholesales itu bagian dari penjualan principal kepada dealer," ujar Luther di Jakarta, Jumat (12/6/2026).
Menurut Luther, BYD sedang membenahi rantai pasok dengan mengubah sistem pengiriman dari kendaraan utuh impor (completely built up/CBU) menjadi produksi lokal secara completely knocked down (CKD). Proses transisi ini memicu guncangan sementara pada angka distribusi.
"Kita membenahi sistem supply dengan transisi dari barang CBU ke produksi lokal. Sehingga ada sedikit shock di sisi angka, tapi itu akan normal kembali di bulan ini," kata Luther.
Penurunan paling mencolok terjadi pada Atto 1, model yang baru diluncurkan tetapi hanya mencatatkan 26 unit distribusi sepanjang Mei 2026. Luther kembali menegaskan bahwa angka itu tidak mencerminkan kondisi pasar yang sebenarnya.
"Ya memang itu dampak dari transisi itu. Mungkin itu bisa dibaca kenapa bisa ada shock pengurangan yang cukup signifikan tersebut," ujarnya.
Dengan total distribusi hanya 895 unit, BYD otomatis keluar dari jajaran 10 besar merek mobil terlaris nasional. Pencapaian ini kontras dengan bulan-bulan sebelumnya di mana BYD konsisten masuk dalam daftar tersebut sejak memasuki pasar Indonesia tahun lalu.
Meski demikian, manajemen optimistis penjualan akan pulih pada Juni 2026 seiring rampungnya penyesuaian rantai pasok. Proses transisi ke produksi lokal diyakini akan memperkuat posisi BYD dalam jangka panjang, terutama dari sisi efisiensi biaya dan kepastian pasokan.