LAMPUNG — Kecerdasan buatan (AI) kini tidak lagi menjadi fitur eksklusif ponsel mahal. Tiga produsen—Infinix, Xiaomi, dan Tecno—telah menyematkan teknologi generatif ke dalam perangkat entry-level mereka yang dibanderol mulai Rp1,4 jutaan. Alih-alih sekadar gimmick, fitur seperti asisten suara, penghapus objek foto otomatis, dan optimasi baterai berbasis AI hadir untuk menunjang produktivitas harian pengguna.
Berikut spesifikasi dan keunggulan masing-masing perangkat yang bisa menjadi pertimbangan sebelum membeli.
Infinix Hot 50i mengandalkan Folax AI, asisten virtual bawaan yang mampu merangkum teks dokumen panjang, menerjemahkan bahasa asing secara real-time, dan menjadwalkan agenda melalui perintah suara. Ponsel ini juga dibekali algoritma AI Aurora Engine yang mempelajari kebiasaan membuka aplikasi pengguna, sehingga proses loading media sosial dan game kasual diklaim 30 persen lebih cepat.
Xiaomi membawa pendekatan berbeda pada Redmi 14C dengan memadukan chipset MediaTek Helio G81-Ultra dan Xiaomi Imaging Engine berbasis AI. Fitur AI Night Mode mampu mereduksi noise secara cerdas di kondisi minim cahaya, sementara AI Portrait menghasilkan efek bokeh alami. Sistem manajemen daya pintar juga mengatur konsumsi baterai 5.160 mAh agar lebih irit untuk pemakaian seharian.
Tecno Spark 30C menonjol dengan fitur AI Wallpaper Generator yang bisa mengubah tema ponsel berdasarkan perintah teks. Untuk komunikasi, AI Noise Cancellation pada mikrofon meredam suara bising saat panggilan atau rapat daring di tempat ramai. Fitur AI Eraser juga memungkinkan pengguna menghapus objek mengganggu dari foto hanya dengan satu ketukan.
Dari ketiga pilihan tersebut, Infinix Hot 50i cocok bagi pengguna yang mengutamakan asisten suara dan percepatan aplikasi. Redmi 14C lebih unggul di sektor fotografi malam hari dan kapasitas baterai. Sementara Tecno Spark 30C menawarkan fitur kustomisasi dan komunikasi yang lebih fleksibel. Semua perangkat telah tersedia di pasar Indonesia melalui kanal penjualan resmi masing-masing merek.