IKPI dan FAME Jajaki Program Brevet Pajak di Politeknik Negeri Lampung, Targetkan Mahasiswa dan Dosen

Penulis: Qodri Anwar  •  Jumat, 12 Juni 2026 | 13:24:02 WIB
Ketua IKPI Cabang Lampung dan FAME DPW Lampung berdiskusi bersama Polinela terkait program Brevet Pajak.

BANDAR LAMPUNG — Kebutuhan akan tenaga ahli perpajakan yang kompeten mendorong Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) Cabang Lampung dan Forum Akuntansi, Manajemen, dan Ekonomi (FAME) DPW Lampung menjajaki kerja sama dengan Politeknik Negeri Lampung (Polinela). Penjajakan ini berujung pada rencana penyelenggaraan Program Brevet Pajak yang akan dibuka untuk mahasiswa dan dosen di lingkungan kampus vokasi tersebut.

Pertemuan yang berlangsung Kamis (11/6/2026) dihadiri langsung oleh Ketua Jurusan Ekonomi dan Bisnis Polinela Marlinda Apriyani, Ketua IKPI Cabang Lampung Teten Dharmawan, serta Sekretaris Umum Wilayah FAME DPW Lampung Damayanti. Diskusi berlangsung hangat dan membahas potensi kolaborasi di bidang akuntansi, manajemen, ekonomi, dan perpajakan.

Mengapa Program Brevet Pajak Dianggap Krusial?

Ketua IKPI Cabang Lampung Teten Dharmawan menjelaskan bahwa kebutuhan sumber daya manusia yang memahami perpajakan terus meningkat. Hal ini seiring dengan pertumbuhan dunia usaha dan perubahan regulasi perpajakan yang dinamis.

“Kerja sama dengan perguruan tinggi menjadi salah satu cara untuk mendekatkan mahasiswa dengan praktik perpajakan yang berkembang di lapangan. Harapannya, mereka memiliki bekal yang lebih kuat ketika memasuki dunia kerja,” ujar Teten dalam keterangannya.

Program Brevet Pajak sendiri dikenal sebagai sarana peningkatan kompetensi yang memberikan pemahaman mendalam mengenai ketentuan dan praktik perpajakan. Kehadirannya di lingkungan kampus dinilai menjadi nilai tambah bagi mahasiswa maupun dosen yang ingin memperdalam ilmunya.

Dukungan FAME dan Sambutan Positif Polinela

Sekretaris Umum Wilayah FAME DPW Lampung Damayanti menyambut positif peluang kolaborasi tersebut. Menurutnya, penguatan kompetensi melalui pendidikan dan pelatihan perpajakan menjadi kebutuhan yang semakin penting.

“FAME mendukung berbagai upaya yang dapat meningkatkan kapasitas mahasiswa dan tenaga pendidik, termasuk melalui program-program yang memperkuat pemahaman perpajakan secara praktis,” kata Damayanti.

Pihak Polinela menyatakan apresiasi atas inisiatif ini. Kampus vokasi tersebut menilai kolaborasi dengan organisasi profesi dapat memperkaya pengalaman belajar mahasiswa sekaligus memperkuat keterkaitan antara pendidikan dan kebutuhan dunia kerja.

Langkah Selanjutnya dan Harapan ke Depan

Usai pertemuan, rombongan IKPI dan FAME melakukan peninjauan singkat ke sejumlah fasilitas pembelajaran dan kegiatan kemahasiswaan di Polinela. Kunjungan ini memberikan gambaran mengenai potensi kolaborasi yang dapat dikembangkan ke depan.

Melalui penjajakan awal ini, ketiga lembaga berharap dapat membuka ruang kerja sama yang lebih luas dalam pengembangan sumber daya manusia. Kehadiran Program Brevet Pajak di lingkungan kampus diharapkan menjadi langkah konkret untuk mencetak lulusan yang memiliki kompetensi, integritas, dan kesiapan menghadapi tantangan di bidang perpajakan.

Reporter: Qodri Anwar
Sumber: ikpi.or.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top