Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal Raih Penghargaan Pemimpin Daerah Inspiratif, Ini Kunci Sukses Sektor Pertanian

Penulis: Qodri Anwar  •  Jumat, 12 Juni 2026 | 00:38:01 WIB
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menerima penghargaan sebagai pemimpin daerah inspiratif di Jakarta.

JAKARTA — Sektor pertanian Lampung kembali mencuri perhatian di level nasional. Gubernur Rahmat Mirzani Djausal dinobatkan sebagai pemimpin daerah inspiratif setelah berhasil mendorong produktivitas komoditas unggulan dan melindungi petani melalui penerapan teknologi modern.

Penghargaan itu diterima dalam acara Leadership Forum dan Awarding Ceremony bertajuk “Mendorong Daerah Sebagai Motor Penggerak Ekonomi Nasional” di Hotel JW Marriott, Jakarta. Founder Disway National Network (DNN), Dahlan Iskan, langsung menyerahkan penghargaan tersebut.

Kunci Keberhasilan: Integrasi Hulu ke Hilir

Keberhasilan Gubernur Mirza dinilai tidak lepas dari langkah taktis Pemprov Lampung. Kebijakan yang dijalankan mencakup peningkatan produktivitas komoditas unggulan, perlindungan terhadap petani, serta penerapan teknologi pertanian modern.

Pendekatan ini disebut berhasil menjadi motor penggerak stabilitas ekonomi regional dan berkontribusi signifikan terhadap ketahanan pangan nasional. Penghargaan kategori Penguat Daya Saing Pertanian Daerah ini menjadi bukti empiris keberhasilan integrasi sektor agribisnis dari hulu ke hilir di Provinsi Lampung.

School of Suffering: Kepemimpinan di Tengah Tantangan Ekonomi

Dalam sambutannya, Dahlan Iskan mengibaratkan dinamika kepemimpinan saat ini sebagai fase penempaan yang krusial. Ia menyebut para kepala daerah yang mampu bertahan di tengah situasi global penuh tantangan ekonomi sedang menjalani “sekolah penderitaan”.

“Di saat yang paling sulit seperti ini, maka tetap akan lahir beberapa kepala daerah yang istimewa. Jadi, anggap saja ini para kepala daerah lagi mengikuti masa-masa School of Suffering, sekolah penderitaan. Dan dari situ akan lahir para kepala daerah yang istimewa,” ujar Dahlan Iskan.

Ia juga menekankan pentingnya akurasi dalam menentukan skala prioritas. “Banyak para pengambil kebijakan yang mengalami kesulitan apa sebetulnya skala prioritas. Pada dasarnya, skala prioritas adalah bagaimana membedakan antara kebutuhan dan keinginan,” tegasnya.

Efisiensi Anggaran dan Kolaborasi Pusat-Daerah Jadi Kunci

Menteri Dalam Negeri yang diwakili Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri, Cheka Virgowansyah, turut memaparkan perjalanan otonomi daerah yang memasuki usia 30 tahun. Ia menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional adalah kolektivitas dari pertumbuhan ekonomi daerah.

“Pertumbuhan ekonomi nasional itu adalah merupakan kolektivitas dari pertumbuhan-pertumbuhan ekonomi daerah. Pertumbuhan ekonomi yang ada di pusat ini adalah gabungan dari pertumbuhan ekonomi yang ada di kabupaten kota,” jelas Cheka Virgowansyah.

Cheka juga mengingatkan para kepala daerah agar pemanfaatan anggaran berorientasi pada hasil (value for money), bukan sekadar besaran alokasi belanja. Ia menekankan bahwa tata kelola dan sinkronisasi program menjadi kunci utama dalam penyelesaian persoalan daerah, seperti pengentasan kemiskinan dan ketahanan pangan.

“Kondisi ini menunjukkan bahwasanya tantangan pembangunan daerah saat ini tidak hanya terkait dengan kecukupan anggaran, tapi juga ternyata efektivitas tata kelola, kualitas perencanaan, dan sinergi antara pemerintah pusat dengan daerah. Kolaborasi sinergi pusat maupun daerah itu menjadi mutlak,” pungkas Cheka.

Reporter: Qodri Anwar
Sumber: bongkarpost.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top