Pemkab Lampung Selatan Siapkan Aset Daerah untuk 110 Titik Charger Kendaraan Listrik, Investor Tawarkan Sewa 5 Tahun

Penulis: Qodri Anwar  •  Kamis, 11 Juni 2026 | 14:44:32 WIB
Pemkab Lampung Selatan siapkan 110 titik charger kendaraan listrik melalui kerja sama sewa aset daerah.

KALIANDA — Lampung Selatan bakal menjadi salah satu prioritas pengembangan jaringan pengisian daya kendaraan listrik di Provinsi Lampung. PT Rekadaya Indotama (RDI) berencana membangun 110 titik charging station yang tersebar di wilayah kabupaten ini, dan Pemkab Lampung Selatan menyambut dengan janji kemudahan perizinan serta integrasi tata ruang.

Skema Sewa Aset Daerah Selama Lima Tahun

Perwakilan PT RDI, Eggy Hamzah, mengungkapkan bahwa perusahaannya saat ini tengah menjajaki kerja sama dengan sejumlah pemerintah daerah. Salah satu opsi utama adalah memanfaatkan aset milik pemda melalui mekanisme sewa.

“Kami biasanya melakukan kerja sama selama lima tahun dan pembayaran dilakukan setiap tahun sesuai aturan yang berlaku. Untuk tahap awal ini fokus kami adalah investasi dan pengembangan jaringan terlebih dahulu,” ujar Eggy di Kalianda, Rabu.

Perusahaan mencari lokasi-lokasi strategis yang mudah dijangkau masyarakat. Aset pemerintah daerah seperti tanah atau bangunan yang tidak terpakai menjadi prioritas untuk dijadikan titik pemasangan charger, baik untuk kendaraan roda dua maupun roda empat.

Dukungan Penuh Pemkab: dari Perizinan hingga Tata Ruang

Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Lampung Selatan, Tri Umaryani, menegaskan bahwa rencana investasi ini sejalan dengan komitmen daerah dalam transisi energi bersih. “Kami menyambut baik dan siap mendukung percepatan pengembangan ekosistem kendaraan listrik melalui kemudahan perizinan serta integrasi tata ruang untuk pembangunan infrastruktur pengisian daya,” katanya.

Menurut Tri, kehadiran fasilitas ini tidak hanya soal lingkungan, tetapi juga bisa menjadi daya tarik wisatawan. “Tentu ini menjadi peluang yang sangat baik bagi Lampung Selatan. Selain mendukung perkembangan kendaraan listrik, kehadiran fasilitas ini juga dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan maupun masyarakat yang berkunjung ke Lampung Selatan,” ujar dia.

Pemkab akan mengkaji lebih lanjut kerja sama ini bersama perangkat daerah terkait, terutama terkait aset-aset yang berpotensi dimanfaatkan. “Pada prinsipnya akan dikaji lebih lanjut bersama perangkat daerah terkait, khususnya menyangkut asset-aset pemerintah daerah yang berpotensi dimanfaatkan dalam kerja sama tersebut,” tambah Tri.

Gratis Tiga Tahun untuk Ojek Online

PT RDI tidak hanya membangun infrastruktur. Perusahaan berencana memberikan layanan pengisian daya gratis bagi pengemudi ojek online selama tiga tahun pertama. “Program tersebut diharapkan dapat mempercepat adopsi kendaraan listrik sekaligus mengurangi biaya operasional para pengemudi,” jelas Eggy.

Selain itu, perusahaan berkomitmen memberdayakan tenaga kerja lokal dalam operasional fasilitas yang akan dibangun. Lampung Selatan menjadi salah satu daerah prioritas dalam pengembangan jaringan yang nantinya terintegrasi dengan wilayah lain di Provinsi Lampung.

Mengapa Lampung Selatan Jadi Prioritas?

Lokasi geografis Lampung Selatan yang menjadi pintu gerbang Sumatera dari Jawa membuat daerah ini strategis untuk pengembangan ekosistem kendaraan listrik. Dengan adanya 110 titik pengisian daya, diharapkan mobilitas pengguna kendaraan listrik, baik masyarakat umum maupun layanan transportasi, semakin terbantu.

Tri Umaryani menambahkan bahwa keberadaan infrastruktur ini akan menjadi kebutuhan penting di masa depan. “Kami sangat menyambut baik rencana ini,” pungkasnya.

Reporter: Qodri Anwar
Sumber: lampung.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top