LAMPUNG — Ratusan pendaftar harus melalui proses seleksi ketat untuk menjadi bagian dari program ini. Hanya 20 peserta terbaik dari Kabupaten Muara Enim dan wilayah sekitar yang akhirnya lolos dan resmi dilepas dalam seremoni di Ballroom Hotel Melio, Muara Enim.
Mereka akan mengikuti dua jalur pelatihan: Fresh Operator Development Program (FODP) dan Fresh Mechanic Development Program (FMDP). Keduanya berfokus pada penguasaan teknis alat berat, perawatan mesin, serta penguatan budaya keselamatan kerja.
Direktur Operasional PPA, R Teguh Sapto Subroto, menegaskan program ini tidak hanya mengejar kecakapan teknis. “Kami ingin mencetak generasi muda yang kompeten, berintegritas, disiplin, serta memiliki budaya keselamatan yang kuat,” ujarnya dalam sambutan.
Menurut Teguh, enam nilai inti perusahaan menjadi fondasi pembentukan karakter para peserta. Selama masa pelatihan, mereka akan dibekali etos kerja dan standar industri yang berlaku di lingkungan PTBA.
Perwakilan Pemerintah Kabupaten Muara Enim, Juli Jumantan Nuri, mengapresiasi konsistensi PPA dalam membuka akses pendidikan bagi putra-putri daerah. “Ini langkah nyata mempersiapkan generasi muda yang kompeten dan siap masuk dunia kerja,” katanya.
Senada dengan itu, perwakilan Kepala Teknik Tambang (KTT) PT Bukit Asam, Sugandhi Syarief, menilai pengembangan SDM lokal sebagai faktor krusial untuk keberlanjutan industri. Ia menyebut program ini sejalan dengan upaya menciptakan tenaga kerja yang memiliki budaya keselamatan kerja yang kuat.
Kehadiran program ini diharapkan memutus rantai kesenjangan keterampilan antara masyarakat lokal dengan kebutuhan industri. Selama ini, lowongan operator dan mekanik kerap diisi tenaga kerja dari luar daerah karena minimnya kualifikasi teknis warga setempat.
Dengan pelatihan ini, PPA memperkuat kontribusinya dalam pembangunan sumber daya manusia daerah. Para peserta yang lulus nantinya diproyeksikan menjadi tenaga profesional yang siap berkontribusi langsung di industri pertambangan nasional.