LAMPUNG — Pabrikan asal Vietnam, Vinfast, mengumumkan hasil penjualan kuartal pertama 2026 yang menunjukkan pertumbuhan signifikan. Perusahaan mengklaim pendapatan kuartalan mencapai lebih dari US$920 juta, didorong oleh pengiriman 58.577 unit mobil listrik. Angka ini meningkat 61 persen dari kuartal I 2025, menurut keterangan resmi yang diterbitkan Selasa (9/6).
Pasar otomotif global menyumbang sekitar 8 persen dari total pengiriman Vinfast selama tiga bulan pertama tahun ini. Di Vietnam, pengiriman mobil listrik Vinfast tumbuh 53 persen year-on-year. Sementara itu, ekspansi di Asia Tenggara dan India terus berakselerasi.
Pada akhir kuartal I 2026, Vinfast mengklaim telah menduduki peringkat pertama mobil listrik terlaris di Filipina. Di India, merek ini menempati posisi nomor 4, sementara di Indonesia berada di peringkat 8. Pencapaian ini disebut tak lepas dari jaringan distribusi yang kian luas, dengan lebih dari 400 dealer beroperasi di seluruh dunia.
"Kami percaya pergeseran global jangka panjang menuju elektrifikasi, yang didukung oleh isu energi dan efisiensi operasional, terus menciptakan peluang bagi Vinfast di seluruh dunia," ujar pemilik perusahaan, Pham Nhat Quan Anh.
Selain mobil listrik, segmen roda dua Vinfast juga mencatat pertumbuhan eksplosif. Perusahaan mengirimkan 143.136 unit e-skuter dan e-bike pada kuartal pertama 2026. Angka ini melonjak 219 persen dibanding kuartal I 2025.
Bulan Maret menjadi puncaknya. Vinfast menerima lebih dari 135.000 pesanan e-skuter dalam satu bulan dan mengirimkan lebih dari 93.000 unit ke dealer di Vietnam. Lonjakan ini menunjukkan pergeseran preferensi konsumen di negara asal Vinfast, terutama di tengah tekanan harga BBM yang terus naik.
Kenaikan harga BBM global yang terjadi sejak awal 2026 menjadi katalis utama bagi percepatan adopsi kendaraan listrik di kawasan Asia Tenggara. Vinfast memanfaatkan momentum ini dengan memperkuat jaringan dealer dan memperluas jangkauan ke pasar baru seperti India dan Filipina.
Dengan portofolio produk yang mencakup mobil listrik dan skuter listrik, Vinfast menargetkan pangsa pasar yang lebih besar di Indonesia. Meski saat ini masih berada di peringkat 8, pertumbuhan penjualan kuartal I 2026 menjadi sinyal positif bagi ekspansi merek ini di pasar otomotif Tanah Air.