Pemerintah Jamin Harga BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026, Inflasi Transportasi Jadi Sorotan

Penulis: Teguh Prasetyo  •  Jumat, 05 Juni 2026 | 23:11:01 WIB
Pemerintah menjamin harga BBM subsidi tetap stabil hingga akhir 2026 untuk meredam inflasi transportasi.

LAMPUNG — Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, menegaskan komitmen pemerintah untuk tidak menaikkan harga BBM bersubsidi sepanjang tahun depan. Langkah ini diambil guna meredam tekanan biaya transportasi dan distribusi yang mulai membebani perekonomian domestik.

Inflasi Transportasi Tertinggi, Daya Beli Jadi Fokus

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan (yoy) Mei 2026 sebesar 3,08 persen. Secara bulanan, inflasi berada di angka 0,28 persen. Kelompok transportasi menjadi penyumbang inflasi bulanan tertinggi dengan kenaikan 0,61 persen.

Kenaikan ini mulai terasa seiring fluktuasi harga energi global yang berdampak pada perekonomian Indonesia. Pemerintah menilai kelompok transportasi sebagai sektor paling sensitif terhadap gejolak harga minyak dunia.

Menteri ESDM: Harga Minyak Masih di Bawah 100 Dolar AS

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut rata-rata Indonesian Crude Price (ICP) sejak Januari 2026 berada di kisaran 80–81 dolar AS per barel. “Jadi, belum sampai 100 dolar AS,” ujarnya. Menurut Bahlil, kondisi ini menunjukkan harga minyak mentah Indonesia masih dalam batas aman sehingga tidak perlu ada penyesuaian harga BBM subsidi.

Bantuan Sosial Dipercepat untuk Meredam Dampak

Pemerintah mempercepat penyaluran program perlindungan sosial guna menjaga daya beli masyarakat. Program Keluarga Harapan (PKH) menyasar 10 juta keluarga penerima manfaat. Sementara itu, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) diberikan kepada 18,8 juta keluarga.

Pemerintah juga menyalurkan bantuan pangan berupa 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng kepada 33,2 juta keluarga. Haryo menambahkan, stabilitas pasokan pangan diperkuat melalui percepatan distribusi beras SPHP, operasi pasar, optimalisasi Cadangan Pangan Pemerintah (CPP), serta kerja sama antar daerah.

Langkah ini memastikan distribusi komoditas strategis tetap lancar di tengah tekanan harga energi global.

Dukungan Stok Energi dan Ruang Fiskal

Pemerintah optimistis dapat mempertahankan harga BBM bersubsidi berkat dukungan stok energi nasional yang memadai dan ruang fiskal yang terjaga. Dengan demikian, masyarakat tidak terbebani oleh gejolak harga minyak dunia yang masih berlangsung hingga akhir tahun ini.

Reporter: Teguh Prasetyo
Sumber: deliknews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top