Pengelola Tol Bakter di Lampung Latih Pedagang dan Petugas Rest Area Kelola Sampah, Targetkan Reduksi ke TPA

Penulis: Surya Dinata  •  Jumat, 05 Juni 2026 | 14:11:31 WIB
Pengelola Tol Bakter mengadakan pelatihan pengelolaan sampah bagi pedagang dan petugas rest area KM 87 A Lampung Selatan.

LAMPUNG SELATAN — Manajemen PT Bakauheni Terbanggi Besar Toll (BTB) menyadari bahwa sampah dari aktivitas rest area bisa menjadi masalah serius jika tidak dikelola sejak awal. Karena itu, mereka menggelar sosialisasi pengelolaan limbah di Rest Area KM 87 A pada Sabtu (30/5) pekan lalu. Kegiatan ini tidak hanya menyasar petugas kebersihan, tetapi juga para pedagang dan petugas keamanan yang setiap hari beraktivitas di sana.

Mengapa Pedagang dan Petugas Keamanan Juga Dilatih?

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi tentang jenis-jenis limbah yang dihasilkan di rest area, mulai dari sisa makanan hingga kemasan plastik. Mereka juga diajari tata cara pemilahan sampah yang benar dan mekanisme pengelolaan limbah agar tidak mencemari lingkungan sekitar. Operational Excellent – QHSE BTB, Didi Ardiansyah, menegaskan bahwa pengelolaan limbah yang baik adalah bagian tak terpisahkan dari standar operasional rest area.

“Pengelolaan limbah yang benar tidak hanya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga mendukung keamanan, kesehatan, dan kenyamanan seluruh aktivitas operasional di rest area yang ada di Tol Bakter. Penerapan standar QHSE membutuhkan keterlibatan aktif semua pihak, mulai dari pedagang hingga petugas operasional,” ujar Didi dalam keterangannya.

Target: Kurangi Sampah ke TPA Lewat Ekonomi Sirkuler

Didi mengungkapkan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya mendukung program pemerintah untuk mereduksi jumlah sampah yang diangkut ke tempat pemrosesan akhir (TPA). Caranya, dengan mendorong program kelola sampah mandiri berbasis ekonomi sirkuler. Menurut dia, kebiasaan sederhana seperti memilah sampah sejak awal dan mematuhi prosedur yang telah ditetapkan akan memberikan dampak besar dalam menjaga kualitas lingkungan rest area secara berkelanjutan.

Sementara itu, Manager Usaha Jasa Lainnya (UJL) BTB, Irpan Sahpani, menambahkan bahwa rest area bukan sekadar tempat singgah. Menurut dia, rest area adalah cerminan pelayanan jalan tol kepada masyarakat. “Rest area adalah wajah pelayanan jalan tol. Oleh karena itu, kebersihan dan pengelolaan lingkungan harus menjadi perhatian bersama,” kata Irpan.

Komitmen Bersama Wujudkan Rest Area Ramah Lingkungan

Seluruh peserta yang mengikuti sosialisasi menyatakan komitmen untuk mematuhi seluruh peraturan dan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku di lingkungan BTB. Manajemen ruas tol sepanjang 140 kilometer ini menilai bahwa keterlibatan aktif seluruh pihak di kawasan rest area menjadi kunci keberhasilan pengelolaan lingkungan. Kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkala untuk meningkatkan pemahaman dan kepatuhan terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Dengan adanya pelatihan ini, pengelola berharap Rest Area KM 87 A dan rest area lain di Tol Bakter bisa menjadi contoh kawasan istirahat yang bersih, tertib, dan ramah lingkungan. Pada akhirnya, kenyamanan pengguna jalan tol yang melintas dari Bakauheni menuju Terbanggi Besar pun diharapkan meningkat.

Reporter: Surya Dinata
Sumber: web.lintaslampung.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top