LAMPUNG SELATAN — Seorang pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) berinisial FA (15) harus berurusan dengan aparat kepolisian setelah mencuri telepon genggam milik tetangganya sendiri. Peristiwa itu terjadi di sebuah desa di Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, baru-baru ini.
Yang mengejutkan, saat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, petugas menemukan bahwa urine remaja tersebut positif mengandung zat narkotika jenis sabu. "Hasil tes urine yang bersangkutan positif amfetamin," ujar Kapolsek Natar, Kompol M. Syarif, saat dikonfirmasi, Selasa (11/3/2025).
Penangkapan FA berawal dari laporan warga yang kehilangan ponsel. Korban yang merupakan tetangga pelaku melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Natar. Setelah melakukan penyelidikan, petugas berhasil mengidentifikasi FA sebagai pelaku pencurian.
Saat diinterogasi, FA mengakui perbuatannya. Namun, dari gerak-geriknya yang gelisah dan tidak biasa, polisi curiga bahwa remaja itu berada di bawah pengaruh narkoba. Kecurigaan itu pun terbukti setelah tes urine dilakukan.
Meski masih di bawah umur, FA tetap harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Pihak kepolisian menerapkan Undang-Undang Perlindungan Anak dalam proses hukumnya. "Kami tetap memproses hukum, tetapi dengan pendekatan diversi dan mengedepankan restoratif justice," jelas Kompol M. Syarif.
Selain proses pidana, FA juga akan menjalani rehabilitasi untuk mengatasi ketergantungan narkotikanya. Polisi bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) setempat untuk memberikan pendampingan dan pengobatan bagi pelajar tersebut.
Kasus ini kembali menyoroti rentannya pelajar di Lampung terhadap penyalahgunaan narkoba. Polsek Natar mengaku akan meningkatkan patroli dan sosialisasi ke sekolah-sekolah untuk mencegah kasus serupa terulang. "Kami juga akan memanggil orang tua FA untuk melakukan pembinaan lebih lanjut di lingkungan keluarga," tambah Kapolsek.
Barang bukti berupa satu unit telepon genggam hasil curian telah diamankan dan akan dikembalikan kepada korban. Sementara FA saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Natar.