BANDAR LAMPUNG — Pemerintah Kota Bandar Lampung memastikan ketersediaan bangku sekolah menengah atas tidak akan menjadi kendala bagi lulusan SMP di kota tersebut pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ini. Keseimbangan antara jumlah lulusan dan daya tampung sekolah menjadi modal utama kelancaran proses seleksi.
Disdikbud Kota Bandar Lampung mencatat total daya tampung untuk jenjang SMA, SMK, dan MA, baik negeri maupun swasta, mencapai lebih dari 15 ribu kursi. Sementara itu, jumlah lulusan SMP sederajat di kota ini diperkirakan sekitar 14 ribu siswa.
Artinya, secara keseluruhan masih terdapat kelebihan kuota. Kondisi ini memberikan ruang bagi siswa dari luar kota atau jalur khusus seperti afirmasi dan perpindahan tugas orang tua.
Meski secara agregat seimbang, Disdikbud mengakui distribusi peminat masih timpang. Sekolah negeri favorit di pusat kota kerap kebanjiran pendaftar, sementara sekolah swasta atau yang berlokasi di pinggiran masih longgar.
Kepala Disdikbud Kota Bandar Lampung melalui Kabid Pembinaan SMA menyebut bahwa pihaknya telah memetakan pola tersebut. Sosialisasi pemerataan kualitas sekolah terus digencarkan agar siswa tidak hanya terfokus pada satu atau dua sekolah favorit.
Pemerintah kota telah menyiapkan skenario antisipasi. Jika terjadi lonjakan pendaftar di luar prediksi, sejumlah sekolah swasta yang telah bekerja sama dengan Disdikbud siap menampung kelebihan siswa.
“Kami pastikan tidak ada anak usia sekolah di Bandar Lampung yang tidak tertampung. Semua punya hak yang sama untuk melanjutkan pendidikan,” ujar seorang pejabat Disdikbud dalam kesempatan terpisah.
Pendaftaran PPDB tingkat SMA/SMK di Bandar Lampung akan dibuka dalam beberapa pekan mendatang. Sejumlah jalur seperti zonasi, afirmasi, perpindahan tugas orang tua, dan prestasi akan kembali digunakan.
Disdikbud mengimbau orang tua untuk mempersiapkan dokumen kependudukan dan akademik sejak sekarang. Verifikasi data menjadi tahapan krusial agar proses seleksi berjalan transparan dan tepat sasaran.