BANDARLAMPUNG — Sebanyak 3.524 calon mahasiswa baru dinyatakan lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 di Institut Teknologi Sumatera (Itera). Ketua Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru Itera, Dr. Abdul Rajak, mengumumkan hal tersebut di Bandarlampung, Senin (25/6).
Lima program studi paling diburu pendaftar pada SNBT tahun ini adalah Teknik Pertambangan dengan 1.544 peminat, Farmasi (1.388), Teknik Informatika (1.112), Teknik Industri (1.071), dan Teknik Sipil (846).
Meski Teknik Pertambangan paling banyak peminat, program studi yang menerima mahasiswa baru terbanyak justru Teknik Informatika, yaitu 145 orang. Disusul Perencanaan Wilayah dan Kota (140 orang), Teknik Geofisika (138), Teknik Sipil (136), serta Teknik Pertambangan (125).
“Dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah peminat Itera tahun ini meningkat sekitar 12 persen. Hal tersebut menunjukkan meningkatnya minat calon mahasiswa terhadap Itera di tingkat nasional,” kata Abdul Rajak.
Berdasarkan asal daerah, mahasiswa baru Itera jalur SNBT didominasi dari Provinsi Lampung, yaitu sebesar 41 persen. Disusul Sumatera Utara (16 persen), Sumatera Selatan (10 persen), Jawa Barat (8 persen), dan Sumatera Barat (7 persen).
Abdul Rajak mengimbau seluruh calon mahasiswa yang lolos segera melakukan daftar ulang melalui laman dim.itera.ac.id sesuai jadwal yang ditetapkan. Ia meminta calon mahasiswa membaca panduan pengisian data secara cermat agar proses registrasi berjalan lancar.
Bagi peserta yang belum lolos SNBT, Itera masih membuka kesempatan melalui jalur seleksi mandiri. Dua jalur yang tersedia adalah Seleksi Mandiri Masuk Perguruan Tinggi Negeri Barat (SMMPTN-Barat) dan Seleksi Mandiri Terpadu (SMT) Itera.
Pendaftaran SMMPTN-Barat dibuka pada 4 Mei hingga 11 Juni 2026 melalui laman https://pendaftaran.smmptnbarat.id/. Secara nasional, SMMPTN-Barat tahun ini menyediakan 1.013 program studi dengan total kuota 20.035 calon mahasiswa dari seluruh perguruan tinggi negeri peserta.
“Peserta dapat memilih maksimal dua program studi tanpa dibatasi lokasi perguruan tinggi tempat ujian berlangsung,” ujar Abdul Rajak.