LAMPUNG — Manajer Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, menjelaskan bahwa seluruh operasional di stasiun-stasiun utama — seperti Stasiun Medan, Tanjungbalai, Siantar, dan Rantauprapat — tetap berjalan tanpa gangguan. "Meski terjadi pemadaman, operasional KA di Sumatera Utara tetap aman. Untuk keberangkatan dan kedatangan KA pasca-pemadaman... semua perjalanan KA tepat sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan," ujarnya dalam keterangan resmi.
Kunci kelancaran ini adalah kesiapan sistem pembangkit listrik cadangan alias genset yang disiagakan di setiap stasiun. Genset langsung menyuplai energi untuk kebutuhan paling krusial: sistem persinyalan kereta, alat komunikasi, serta penerangan dan pendingin ruangan di area pelayanan penumpang. Anwar mengakui sempat ada jeda beberapa menit saat proses peralihan dari listrik PLN ke genset, yang menyebabkan ketidaknyamanan bagi pelanggan. Atas hal itu, KAI menyampaikan permohonan maaf.
Inovasi lain yang memperkuat ketahanan energi KAI di Sumut adalah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang sudah beroperasi di Stasiun Medan. Panel surya ini tidak hanya menghasilkan listrik untuk operasional siang hari, tetapi juga mengisi daya baterai cadangan yang bisa digunakan saat malam hari jika listrik PLN kembali padam. Hingga Sabtu pagi pukul 08.00 WIB, pasokan listrik di beberapa stasiun sudah pulih, meski sebagian lainnya masih mengandalkan genset.
KAI Divre I Sumut menegaskan bahwa situasi pemadaman massal ini sama sekali tidak mempengaruhi aspek keselamatan perjalanan. Anwar meminta masyarakat tidak ragu untuk tetap menggunakan jasa kereta api. "Bagi masyarakat Sumatera Utara yang telah merencanakan perjalanan dengan kereta api pada hari ini, tidak perlu khawatir," tegasnya.
Komitmen menjaga kualitas layanan menjadi prioritas utama di tengah kondisi darurat. Semua petugas di stasiun tetap berjaga dan memastikan proses naik-turun penumpang berjalan lancar. Keandalan infrastruktur cadangan ini membuktikan kesiapan KAI dalam menghadapi skenario terburuk gangguan kelistrikan dari pihak ketiga.
Insiden pemadaman massal ini merupakan peristiwa langka yang melanda hampir seluruh Sumatera Utara. Meski demikian, respons cepat KAI menunjukkan bahwa sistem transportasi kereta api di wilayah tersebut memiliki tingkat ketahanan yang mumpuni, terutama berkat kombinasi genset konvensional dan energi terbarukan tenaga surya.