Pedagang Asongan di Lampung Selatan Raup Berkah dari Indonesia Drift Series 2026, Dagangan Ludes dalam Hitungan Jam

Penulis: Surya Dinata  •  Sabtu, 23 Mei 2026 | 20:30:01 WIB
Ikhsanudin, pedagang asongan, berhasil menjual habis dagangannya dalam acara Indonesia Drift Series 2026 di Lampung Selatan.

KALIANDA — Raut haru masih membekas di wajah Ikhsanudin saat ia menceritakan pengalamannya berjualan di ajang Indonesia Drift Series (IDS) Sumatra 2026. Pukul 09.00 WIB, pria 68 tahun itu baru saja tiba di kawasan Way Handak Expo, Kalianda, dengan sepeda motor bututnya. Belum genap dua jam, seluruh dagangan yang ia bawa dari rumah ludes dibeli pengunjung.

Rezeki Tak Terduga di Tengah Deru Mesin Drift

"Alhamdulillah, terima kasih Pak Bupati. Dengan adanya acara ini saya sangat merasa terbantu sekali. Biasanya saya jualan sampai sore baru habis, tapi hari ini baru datang sudah langsung ludes dagangan saya," ujar Ikhsanudin dengan suara bergetar menahan syukur.

Bagi Ikhsanudin, IDS Sumatra 2026 bukan sekadar ajang balap drifting nasional yang menghadirkan atraksi para drifter. Event itu telah menghadirkan ruang harapan, bahwa rezeki bisa datang lebih cepat, lebih baik, bahkan dari tempat yang sebelumnya tak pernah ia bayangkan. Ia pun berharap kegiatan serupa dapat terus hadir di Lampung Selatan.

"Sering-sering ya Pak Bupati ngadain acara kayak gini. Ini pasti sangat membantu sekali, apalagi orang seperti saya," tambahnya.

Denyut Ekonomi Rakyat yang Ikut Bergeliat

Kisah Ikhsanudin hanyalah satu dari banyak cerita yang lahir dari gelaran IDS Sumatra 2026. Di balik lintasan yang dipenuhi mobil drift dan atraksi para drifter nasional, ada denyut ekonomi yang ikut bergerak. Puluhan pelaku UMKM lokal diberi ruang untuk berjualan di area kegiatan. Pedagang kecil, tukang parkir, hingga pelaku usaha di sekitar Kalianda ikut merasakan dampaknya.

Ribuan pengunjung yang datang dari berbagai daerah membawa efek berantai bagi ekonomi lokal. Warung-warung ramai, lapak-lapak kecil hidup, dan warga merasakan langsung bahwa event nasional seperti ini bukan hanya milik penyelenggara atau peserta, tetapi juga milik masyarakat.

Event Nasional Jadi Penggerak Ekonomi Akar Rumput

Momentum ini sekaligus menegaskan arah pembangunan Kabupaten Lampung Selatan yang tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga bagaimana menghadirkan kegiatan yang mampu menggerakkan ekonomi rakyat dari bawah. Dan di antara riuh ban berdecit di lintasan drift itu, senyum Ikhsanudin menjadi simbol paling jujur, bahwa keberhasilan sebuah event sesungguhnya diukur dari seberapa besar manfaatnya sampai ke tangan masyarakat kecil.

Hari itu, Ikhsanudin pulang lebih cepat. Bukan karena lelah. Melainkan karena dagangannya telah habis terjual. Dan itu, baginya, adalah kebahagiaan yang sederhana, namun sangat berarti.

Reporter: Surya Dinata
Sumber: nenemonews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top