BANDAR LAMPUNG — Pergerakan harga pangan di Lampung pada pekan ini masih fluktuatif. Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan yang dirilis pukul 19.44 WIB, dari 17 komoditas yang dipantau, sebanyak 10 komoditas tercatat turun, 3 komoditas naik, dan sisanya stabil.
Penurunan harga paling signifikan terjadi pada minyak goreng sawit kemasan premium. Harganya ambles Rp 567 atau setara 2,64 persen menjadi Rp 20.889 per liter. Penurunan ini menjadi kabar baik bagi ibu rumah tangga yang selama ini mengeluhkan mahalnya harga minyak goreng bermerek.
Selain itu, harga minyak goreng sawit curah juga ikut turun 1,57 persen ke level Rp 17.389 per liter. Sementara itu, Minyakita yang menjadi andalan masyarakat terpantau turun tipis 0,17 persen menjadi Rp 15.553 per liter.
Di sisi lain, harga cabai merah justru menunjukkan tren kenaikan. Cabai merah besar melonjak paling tinggi di antara komoditas lain, yakni naik Rp 295 atau 0,66 persen menjadi Rp 44.859 per kilogram. Cabai merah keriting juga ikut naik 0,32 persen menjadi Rp 47.403 per kg.
Namun, kabar baik datang dari cabai rawit merah yang justru turun 1,19 persen menjadi Rp 58.179 per kg. Bawang putih honan juga mengalami penurunan harga cukup dalam, yakni 2,08 persen menjadi Rp 31.298 per kg.
Untuk komoditas beras, harga beras premium terpantau naik 0,15 persen menjadi Rp 14.504 per kg. Sementara itu, beras medium justru turun tipis 0,02 persen menjadi Rp 13.044 per kg. Beras SPHP Bulog tetap stabil di harga Rp 12.150 per kg.
Daging ayam ras juga turun 0,52 persen menjadi Rp 33.867 per kg, diikuti telur ayam ras yang turun 0,69 persen menjadi Rp 27.022 per kg. Harga daging sapi paha belakang dan kedelai impor tercatat tetap alias tidak bergerak.
Berikut harga 17 bahan pangan di Lampung berdasarkan data SP2KP Kemendag per pukul 19.44 WIB: