BANDAR LAMPUNG — Masyarakat di kawasan barat dan utara Lampung diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem pada Kamis besok. BMKG memprediksi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai sambaran petir dan angin kencang berdurasi singkat akan terjadi, terutama saat peralihan dari siang menuju malam.
BMKG menyebut tiga wilayah utama menjadi pusat perhatian: barat, utara, dan tengah Lampung. Daerah seperti Lampung Barat dan Pesisir Barat masuk dalam kategori rawan karena topografinya yang berbukit dan dekat dengan pesisir Samudra Hindia. Sementara itu, wilayah tengah yang meliputi beberapa kota dan kabupaten juga berpotensi mengalami kondisi serupa.
Untuk pagi hari, prakiraan cuaca masih cukup bersahabat dengan kondisi cerah berawan hingga berawan. Namun, potensi hujan mulai meningkat pada siang dan sore hari di sebagian besar wilayah. Memasuki malam, hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah daerah, dan dini hari udara akan terasa lembap dengan kabut tipis di kawasan pegunungan serta pesisir.
Suhu udara di Lampung pada 21 Mei 2026 diprakirakan berada di kisaran 21 hingga 33 derajat Celsius. Namun, terdapat perbedaan signifikan di wilayah barat. BMKG mencatat suhu di Lampung Barat dan Pesisir Barat cenderung lebih sejuk, yakni antara 21 hingga 28 derajat Celsius.
Kelembapan udara diperkirakan sangat tinggi, berkisar antara 65 hingga 99 persen. Kondisi ini membuat udara terasa lebih panas dan gerah, terutama di daerah dengan suhu tinggi dan kelembapan di atas 90 persen.
BMKG mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi pohon tumbang, banjir genangan di wilayah perkotaan, serta sambaran petir saat hujan berlangsung. Bagi nelayan dan pelaku aktivitas di pesisir barat, gelombang laut juga perlu diantisipasi menyusul potensi angin kencang.
Peringatan dini ini berlaku untuk seluruh aktivitas luar ruangan, terutama di Kabupaten Lampung Barat, Pesisir Barat, Tanggamus, dan sekitarnya. Warga diimbau untuk memantau informasi cuaca terkini dari kanal resmi BMKG secara berkala.