Pencarian

2 Wisata Alam Indonesia Masuk Daftar Terbaik Dunia, Ada Badak Jawa dan Orangutan

Rabu, 09 September 2026 • 11:21:01 WIB
2 Wisata Alam Indonesia Masuk Daftar Terbaik Dunia, Ada Badak Jawa dan Orangutan
Pelacakan badak Jawa di Taman Nasional Ujung Kulon, Banten, masuk lima besar Wildlife Experience Index dunia.

LAMPUNGIndonesia kembali membuktikan diri sebagai destinasi utama wisata satwa dunia. Dua pengalaman dari Tanah Air masuk dalam Wildlife Experience Index, daftar 30 perjalanan terbaik untuk menyaksikan hewan liar langsung di habitat aslinya. Pemeringkatan ini menilai enam aspek: kelangkaan satwa, keterpencilan lokasi, nilai konservasi, eksklusivitas, aksesibilitas, dan peluang wisatawan mengamati hewan secara langsung.

Menariknya, delapan dari sepuluh pengalaman teratas melibatkan spesies terancam punah. Artinya, konservasi menjadi pertimbangan utama dalam menentukan kualitas sebuah perjalanan wisata alam.

Badak Jawa di Ujung Kulon: Perjumpaan dengan Mamalia Paling Langka

Pengalaman melacak badak Jawa di Taman Nasional Ujung Kulon, Banten, meraih skor 85 dari 100 dan menempati peringkat kelima. Kawasan ini menjadi habitat alami terakhir bagi Rhinoceros sondaicus—seluruh populasi liarnya hanya ada di semenanjung paling barat Pulau Jawa tersebut.

Badak Jawa dikenal pemalu dan habitatnya sangat luas. Wisatawan harus mengikuti proses pelacakan bersama pendamping lokal serta mematuhi ketentuan ketat kawasan konservasi. Tantangan inilah yang justru membuat pengalaman ini terasa istimewa dan eksklusif.

Bagi traveler yang ingin mencoba, disarankan menyiapkan fisik prima karena medan di Ujung Kulon cukup menantang. Waktu terbaik berkunjung adalah musim kemarau antara April hingga Oktober saat jalur pelacakan lebih mudah diakses.

Orangutan Kalimantan: Menyusuri Hutan Tropis Borneo

Di peringkat kedelapan dengan skor 84, pengalaman mengamati orangutan Kalimantan di Borneo menawarkan perjalanan menyusuri hutan tropis yang masih alami. Satwa ikonik ini bisa dilihat dari jarak aman saat mereka bergelantungan atau mencari makan di kanopi.

Berbeda dengan safari di Afrika yang menggunakan kendaraan terbuka, wisata orangutan di Borneo lebih banyak dilakukan dengan berjalan kaki atau menyusuri sungai. Suasana hutan yang lembap dan rimbun memberikan pengalaman imersif yang sulit ditemukan di destinasi lain.

Kehadiran Indonesia di daftar ini menunjukkan bahwa wisata satwa tidak melulu identik dengan safari ala Afrika. Hutan tropis Asia Tenggara punya daya tarik tersendiri—perjumpaan dengan satwa langka di lingkungan yang masih liar dan sulit dijangkau.

Posisi Puncak Ditempati Gorila Gunung Rwanda

Trekking gorila di Rwanda atau Uganda memuncaki daftar dengan skor 90 dari 100. Pengalaman ini mendapat nilai sempurna untuk peluang perjumpaan karena wisatawan didampingi pelacak berpengalaman. Rwanda membatasi izin trekking hingga 96 permit per hari, sementara Bwindi National Park di Uganda hanya mengizinkan maksimal delapan orang mengunjungi setiap keluarga gorila yang telah terbiasa dengan manusia.

Ekspedisi melihat penguin kaisar di Antarktika berada di posisi kedua dengan skor 88,5. Keterpencilan menjadi daya tarik utamanya. Antelop saiga di Kazakhstan (87) dan pencarian macan tutul salju di Ladakh atau Himalaya (85,5) melengkapi empat besar.

Mengapa Wisata Satwa Liar Semakin Diminati

Posisi keenam hingga kesepuluh ditempati pengalaman melihat badak hitam di Namibia atau Kenya (84,5), beruang kutub di Svalbard (84), gorila dataran rendah timur di Republik Demokratik Kongo, serta safari anjing liar Afrika di Botswana atau Tanzania.

Dominasi destinasi Asia dan Afrika menunjukkan kuatnya daya tarik kawasan dengan ekosistem yang masih menjadi rumah bagi satwa langka. Perjalanan semacam ini tidak hanya menawarkan momen melihat hewan, tetapi juga memperkenalkan wisatawan pada habitat, perilaku, dan upaya pelestariannya. Kelangkaan satwa dan keterbatasan akses membuat pengalaman tersebut terasa lebih bermakna—sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kehidupan liar.

Bagi traveler Indonesia, kabar ini menjadi pengingat bahwa kekayaan fauna lokal setara dengan destinasi kelas dunia. Sebelum berangkat, pastikan memesan permit jauh-jauh hari dan selalu mengikuti aturan kawasan konservasi. Informasi terkini mengenai izin masuk dan harga paket dapat dikonfirmasi langsung ke Balai Taman Nasional Ujung Kulon atau otoritas taman nasional di Kalimantan.

Follow poroslampung.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks