Pencarian

Sentra Pengrajin Kain Tapis Lampung: Data, Motif, dan Panduan Pembelian

Sabtu, 05 September 2026 • 10:54:01 WIB
Sentra Pengrajin Kain Tapis Lampung: Data, Motif, dan Panduan Pembelian
Pengrajin kain tapis di Kampung Wisata Tapis Lugusari Baru, Pringsewu, memasarkan produk hingga mancanegara.

LAMPUNG - Lebih dari 300 pengrajin kain tapis tercatat aktif di Desa Wisata Kampung Tapis Sumbermulyo, Tanggamus, dengan waktu pengerjaan satu kain mencapai tiga hingga enam bulan untuk motif padat. Sementara itu, Kampung Wisata Tapis Lugusari Baru di Pringsewu memiliki ratusan perajin yang memasarkan produk hingga mancanegara. Angka-angka ini menunjukkan bahwa industri kain tapis Lampung bukan sekadar usaha kecil, melainkan ekosistem budaya yang terjaga lintas generasi.

Proses pembuatan kain tapis tidak pernah singkat. Pengrajin harus menyiapkan kain dasar dari benang kapas, menyusun pola, menyulam benang emas atau perak, hingga memastikan komposisi ornamen tepat. Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya mencatat tradisi tenun Lampung memiliki jejak panjang, dengan teknik sulam cucuk sebagai ciri khas utama dalam menghias kain.

Unsur Penentu Nilai Tinggi Kain Tapis

Kain tapis merupakan tenun berbentuk sarung untuk perempuan Lampung yang memiliki fungsi praktis sekaligus simbolis dalam upacara adat, perkawinan, hingga pemberian gelar. Nilai ekonomisnya tidak pernah ditentukan oleh ukuran semata.

  • Teknik tenun dan sulam tangan
  • Kerumitan serta kepadatan sulaman
  • Jenis benang emas, perak, atau sutra
  • Konteks budaya dan sejarah motif

Dua kain dengan ukuran sama dapat memiliki perbedaan harga signifikan karena tingkat detail ornamen yang tidak sebanding.

Motif Kapal dan Ragam Corak Berdasarkan Rumpun Adat

Setiap kelompok masyarakat adat di Lampung memiliki ciri corak tersendiri, termasuk rumpun Abung, Tulang Bawang, Mego Pak, Sungkai Way Kanan, Pubian, dan Saibatin atau Pesisir. Motif kapal menjadi salah satu yang bermakna simbolis kuat, dipahami sebagai wahana perjalanan roh sekaligus simbol perjalanan hidup manusia.

Motif flora dan fauna mencerminkan kedekatan masyarakat dengan alam, sementara bentuk geometris membangun ritme visual. Penelitian aktivitas matematika berbasis budaya menemukan konsep garis, simetri, rotasi, translasi, dan pengulangan dalam pola tapis, membuktikan keterampilan perajin melibatkan ketepatan struktur sangat teratur.

Sentra Produksi: Lugusari Pringsewu dan Sumbermulyo Tanggamus

Kabupaten Pringsewu menjadi salah satu kawasan sentra utama melalui Kampung Wisata Tapis Lugusari Baru di Pekon Lugusari, Kecamatan Pagelaran. Data Sentra IKM Lampung mencatat kelompok ini memiliki ratusan perajin dengan pemasaran offline dan online hingga luar negeri. Penetapan lokasi sentra industri dan desa wisata kampung tapis di Pekon Lugusari dilakukan melalui keputusan gubernur pada 2022.

Kabupaten Tanggamus menyimpan potensi besar di Desa Wisata Kampung Tapis Sumbermulyo, kawasan Sailing, Kecamatan Sumberejo. Sekitar 300 pengrajin memproduksi tapis tenun ikat, tapis tenun handak, dan jenis lainnya. Rumah-rumah warga menjadi bagian dari ekosistem produksi yang bisa dikunjungi wisatawan untuk melihat proses tenun dan membeli produk langsung dari sumbernya.

Kampung Tapis Karya Penggawa: Konsep Living Museum di Pesisir Barat

Kabupaten Pesisir Barat memiliki Kampung Wisata Tapis Karya Penggawa di kawasan Way Sindi. Data pemerintah daerah menggambarkan kawasan ini diarahkan menjadi semacam living museum atau ecomuseum. Rumah tradisional Lampung Sai Batin dan aktivitas masyarakat sebagai petani serta pengrajin tapis menjadi identitas kawasan yang tidak terpisahkan.

Fakta Singkat Sentra Tapis Lampung

  • Lugusari, Pringsewu: Ratusan perajin, pemasaran hingga mancanegara, ditetapkan via keputusan gubernur 2022
  • Sumbermulyo, Tanggamus: 300 pengrajin, waktu produksi 1-6 bulan tergantung motif
  • Karya Penggawa, Pesisir Barat: Konsep ecomuseum dengan rumah tradisional Sai Batin

Cara Membedakan Tapis Manual dan Produk Modern

Perkembangan pasar menghadirkan produk turunan seperti tas, dompet, dan aksesori yang mengambil elemen tapis. Hal ini justru memperluas penggunaan kain ke kehidupan sehari-hari, namun istilah dan teknik harus dijelaskan jujur oleh penjual. Pembeli perlu menanyakan apakah kain ditenun sendiri, ornamen disulam tangan, jenis benang, lama pengerjaan, nama perajin, daerah asal, serta apakah motif mengikuti pakem tradisional.

Panduan Membeli di Bandar Lampung dan Perawatan Kain

Galeri IKM Lampung yang dikelola Dinas Perindustrian Provinsi Lampung mencantumkan produk kain tapis, songket, syal, dompet, dan tas. Pada 2025, Citra Tapis House hadir di Jalan Cendrawasih I No. 07, Tanjung Agung, Bandar Lampung sebagai ruang kreatif dengan workshop teknik menyulam. Untuk pembelian acara adat, hindari mendekati tanggal penggunaan karena sistem pesanan motif rumit membutuhkan waktu panjang.

Perawatan kain tapis memerlukan kehati-hatian ekstra: hindari deterjen keras, jangan menggosok sulaman agresif, simpan dalam kondisi kering dengan pembungkus bersirkulasi udara. Alat tradisional seperti mattakh (alat tenun) dan tekang (perentang kain saat menyulam) menjadi bukti bahwa harga sebuah kain membayar keterampilan dan waktu, bukan sekadar bahan.

FAQ dan Tantangan Pelestarian

Waktu pembuatan satu kain tapis bergantung motif: tiga hingga enam bulan untuk motif rumit di Sumbermulyo, sekitar satu bulan untuk motif ringan. Sentra yang bisa dikunjungi meliputi Pekon Lugusari (Pringsewu), Sumbermulyo (Tanggamus), dan Karya Penggawa (Pesisir Barat). Secara historis tapis berfungsi untuk upacara adat, namun kini dikembangkan menjadi busana dan aksesori.

Kajian pelestarian menyoroti kecenderungan sebagian perajin menggunakan kain jadi dari luar daerah untuk dihias, menekankan pentingnya dokumentasi dan inventarisasi motif tradisional. Modernisasi tidak selalu berarti ancaman—produk turunan justru memperluas penggunaan—tetapi identitas, teknik, cerita motif, dan pengetahuan perajin harus tetap dicatat. Mendukung perajin bisa dimulai dengan membeli langsung, menyebut nama pembuat di media sosial, membayar sesuai harga wajar, dan merekomendasikan sentra kepada wisatawan lain.

Follow poroslampung.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks