Pencarian

Warung Kelontong di Bandar Lampung Terapkan Pembayaran QRIS, Pelanggan Tak Perlu Bawa Uang Tunai

Selasa, 11 Agustus 2026 • 12:51:31 WIB
Warung Kelontong di Bandar Lampung Terapkan Pembayaran QRIS, Pelanggan Tak Perlu Bawa Uang Tunai
Pelanggan memindai kode QRIS untuk membayar belanjaan di sebuah warung kelontong di Bandar Lampung.

BANDARLAMPUNG — Digitalisasi kini merambah hingga ke warung kelontong di depan Gacoan Teluk, Bandar Lampung. Para pemilik warung mulai memasang kode QRIS untuk memudahkan pelanggan bertransaksi tanpa uang fisik.

Pelanggan cukup memindai kode QR menggunakan aplikasi pembayaran yang tersedia di ponsel masing-masing. Proses transaksi pun berlangsung lebih cepat dan praktis, terutama bagi mereka yang tidak membawa uang tunai saat berbelanja.

Alasan Pemilik Warung Beralih ke Pembayaran Digital

Bagi pemilik usaha, penggunaan QRIS bukan sekadar mengikuti tren. Sistem ini membantu pencatatan penerimaan dari setiap transaksi secara otomatis, sehingga lebih rapi dibandingkan mengelola uang tunai secara manual.

Seorang pelanggan warung, Alek, mengaku lebih suka membayar dengan metode ini. Menurutnya, memegang uang tunai justru membuat pengeluarannya lebih boros.

"Lebih praktis sih, karena kita tuh kayak kalo megang uang menurut saya boros ya, jadi kalau pakai qris kan di HP tuh tinggal scan-scan sret selesai," kata Alek.

Digitalisasi Tak Lagi Milik Usaha Besar

Pemanfaatan QRIS di warung kelontong menunjukkan bahwa transformasi digital tidak hanya terjadi pada usaha berskala besar. Usaha kecil seperti warung kelontong mulai menjangkau sistem pembayaran modern untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi.

Kehadiran pembayaran digital ini memberikan pilihan transaksi yang lebih fleksibel bagi pelanggan. Di sisi lain, pemilik warung juga terbantu dalam mengelola keuangan usaha mereka sehari-hari.

Langkah ini menjadi bagian dari ekosistem pembayaran digital yang terus tumbuh di Lampung. Bank Indonesia mencatat jumlah merchant QRIS di provinsi ini telah mencapai 889 ribu hingga April 2026, dan total transaksi pada Juni 2025 saja sudah menembus 6,8 juta transaksi.

Dengan semakin banyaknya warung kelontong yang mengadopsi QRIS, diharapkan pelayanan kepada pelanggan menjadi lebih praktis sekaligus mendorong perluasan transaksi non-tunai di tingkat akar rumput.

Follow poroslampung.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: lampung.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks