BANDAR LAMPUNG — Posisi jasad Adi Suarno pertama kali diketahui warga sekitar pukul 06.00 WIB. Saat itu, seorang saksi bernama Fitriana memeriksa kondisi korban di dalam truk Isuzu Giga FVZ bernomor polisi BE-8213-ACU setelah truk tersebut terparkir sejak sehari sebelumnya.
Korban ditemukan dalam posisi terlungkup di antara kursi pengemudi dan dashboard. Ia hanya mengenakan celana training panjang abu-abu tanpa baju. Temuan itu kemudian dilaporkan ke Ketua RT setempat sebelum akhirnya diteruskan ke aparat kepolisian.
Kronologi Sebelum Korban Ditemukan Meninggal
Truk yang dikemudikan Adi diketahui sudah berhenti di lokasi sejak Senin (3/8/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu, pintu sebelah kiri kendaraan sempat terlihat terbuka. Pada malam harinya sekitar pukul 20.00 WIB, korban masih terlihat berada di sekitar maupun di dalam truk.
Dua jam berselang, seorang saksi mengaku mendengar suara klakson truk berbunyi satu kali. Keesokan paginya, kondisi korban baru diketahui oleh Fitriana yang mencoba memeriksa keadaan di dalam kabin.
Hasil Olah TKP: Tidak Ada Tanda Kekerasan
Kapolres OKU AKBP Helmy Tamaela mengatakan, personel Polsek Baturaja Timur bersama Tim Inafis Polres OKU langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari warga. Olah tempat kejadian perkara (TKP) dilakukan sekitar pukul 08.20 WIB dan jenazah dievakuasi sekitar 30 menit kemudian.
"Begitu menerima informasi dari masyarakat, kami langsung menuju lokasi untuk melakukan pengamanan dan olah TKP bersama Tim Inafis. Selanjutnya korban dievakuasi ke RSUD Ibnu Sutowo Baturaja guna pemeriksaan medis," kata Helmy, Selasa (4/8/2026).
"Hasil pemeriksaan sementara tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Penyebab pasti kematian masih menunggu hasil pemeriksaan medis lanjutan," ujarnya.
Barang Milik Korban Diamankan Polisi
Dari dalam kabin truk, polisi mengamankan sejumlah barang milik korban. Barang bukti tersebut meliputi kunci kontak kendaraan, dua unit telepon genggam, uang tunai Rp188 ribu, tas berisi identitas diri, buku tabungan, pakaian, perlengkapan pribadi, serta beberapa jenis obat-obatan.
Hingga saat ini, Satreskrim Polres OKU masih mendalami penyebab kematian Adi Suarno. Penyidik telah meminta keterangan sejumlah saksi dan menunggu hasil pemeriksaan medis lanjutan untuk memastikan penyebab meninggalnya korban.