Pencarian

Panen Raya 11,4 Ton per Hektare di Lampung Tengah, PLN Alirkan Listrik untuk Irigasi 100 Hektare Sawah

Senin, 24 Agustus 2026 • 12:31:31 WIB
Panen Raya 11,4 Ton per Hektare di Lampung Tengah, PLN Alirkan Listrik untuk Irigasi 100 Hektare Sawah
Panen raya percontohan pertanian modern di Lampung Tengah mencapai produktivitas 11,4 ton per hektare dari lahan seluas 100 hektare.

LAMPUNG TENGAH — Panen raya percontohan Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) di Kampung Rama Nirwana, Kecamatan Seputih Raman, Kabupaten Lampung Tengah, membuktikan peran strategis elektrifikasi dalam meningkatkan produktivitas padi. Dari lahan seluas 100 hektare, produktivitas mencapai sekitar 11,4 ton per hektare, jauh di atas rata-rata nasional.

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menyatakan capaian ini menjadi bukti nyata bahwa kombinasi inovasi dan teknologi mampu mendongkrak hasil pertanian sekaligus kesejahteraan petani. “Alhamdulillah, panen pilot project PM-AAS di Lampung hari ini menunjukkan hasil yang luar biasa, mencapai 11,4 ton per hektare. Ini membuktikan bahwa inovasi dan teknologi pertanian dapat meningkatkan produktivitas. Ke depan, kita akan terus mendorong penerapan teknologi ini agar semakin banyak petani mendapatkan manfaat dan kesejahteraannya meningkat,” ujar Rahmat saat panen raya, Kamis (20/8).

Listrik Jadi Penggerak Pompa Air Saat Kemarau

Di kawasan PM-AAS tersebut, PLN UID Lampung membangun jaringan listrik sepanjang satu kilometer. Infrastruktur ini dioperasikan untuk menyalakan pompa air, sehingga pasokan air bagi lahan persawahan tetap terjaga meski curah hujan mulai menurun atau saat memasuki musim kemarau.

Tenaga Ahli Menteri Pertanian sekaligus Ketua Program Listrik Masuk Sawah, Hermansyah, menilai dukungan kelistrikan berperan vital dalam sistem irigasi perpompaan. Keberadaan listrik, menurut dia, juga membuat pompa bantuan Kementerian Pertanian bisa dimanfaatkan secara lebih optimal. “Dengan Program Listrik Masuk Sawah, petani akan semakin mudah menjalankan kegiatan pertanian. Kami bersama PLN dan dinas pertanian akan memetakan wilayah yang membutuhkan akses listrik agar pompa dapat dimanfaatkan secara maksimal, terutama saat musim kemarau,” kata Hermansyah.

Efisiensi Biaya dan Perluasan Jangkauan Elektrifikasi

General Manager PLN UID Lampung, Noer Soeratmoko, menjelaskan bahwa listrik kini bukan sekadar kebutuhan rumah tangga, melainkan bagian penting dari modernisasi pertanian. Energi listrik dapat digunakan untuk sistem pengairan, pengolahan lahan, hingga proses pascapanen.

“Di lokasi PM-AAS Lampung Tengah, PLN menghadirkan jaringan listrik sepanjang satu kilometer untuk mengoperasikan pompa air. Dibandingkan penggunaan bahan bakar minyak, pompa listrik lebih hemat dan efisien serta dapat dioperasikan secara manual maupun otomatis sehingga memudahkan petani,” ujar Noer.

PLN berkomitmen berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan dinas pertanian untuk memetakan kebutuhan listrik di kawasan pertanian lainnya. Pengembangan jaringan akan disesuaikan dengan kebutuhan petani dan kondisi infrastruktur kelistrikan di tiap lokasi.

Sejauh ini, PLN UID Lampung telah mendukung elektrifikasi di 73 lokasi rehabilitasi sumur jaringan irigasi air tanah, 131 lokasi optimalisasi lahan nonrawa, 794 lokasi smart farming persawahan di Lampung Selatan, serta 154 lokasi Program Listrik Masuk Sawah di Pringsewu. Seluruh lokasi tersebut telah memperoleh pasokan listrik PLN.

Melalui kolaborasi dengan pemerintah, kelompok tani, dan pemangku kepentingan lainnya, pemanfaatan listrik di sektor pertanian diharapkan dapat memperluas penerapan teknologi, meningkatkan efisiensi usaha tani, dan memperkuat ketahanan pangan di Lampung.

Follow poroslampung.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: wartasyah99.net

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks