Pencarian

Rute Kapal Baru Lampung-Krui-Bakauheni Dinilai Jadi Ceruk Pendapatan Baru ASDP, Ini Potensi Besarnya

Senin, 03 Agustus 2026 • 11:40:31 WIB
Rute Kapal Baru Lampung-Krui-Bakauheni Dinilai Jadi Ceruk Pendapatan Baru ASDP, Ini Potensi Besarnya
Kapal ferry bersandar di dermaga Pelabuhan Bakauheni, Lampung, melayani rute baru Krui-Bakauheni.

LAMPUNG — Pembukaan jalur penyeberangan baru di lingkar selatan Lampung membuka peluang bisnis menjanjikan bagi PT ASDP Indonesia Ferry (Persero). Rute yang menghubungkan Krui, Kota Agung, Panjang, hingga Bakauheni ini diyakini mampu menciptakan koridor logistik maritim terpadu.

Ekspansi pelayanan publik ini perlahan berubah bentuk menjadi ceruk pendapatan baru bagi perusahaan pelat merah pengelola jasa angkutan pelabuhan tersebut.

Potensi Ekonomi di Balik Layanan Publik

Pemerhati Pembangunan, Mahendra Utama, menilai pembukaan rute ini punya potensi ekonomi besar yang melampaui fungsi pelayanan masyarakat semata. Menurutnya, integrasi pelabuhan eksisting melalui monopoli alur penyeberangan memberi ruang bagi ASDP untuk meningkatkan pendapatan.

“Sumbernya bisa dari yield management tiket truk logistik, kendaraan penumpang, sampai muatan bahan baku industri,” ujar Mahendra, Senin, 3 Agustus 2026.

Memecah Antrean di Bakauheni dan Efisiensi Biaya

Kehadiran jalur perairan wilayah selatan otomatis memecah konsentrasi antrean kendaraan di Pelabuhan Bakauheni. Distribusi lalu lintas barang kini bisa mengalir langsung dari kawasan Pesisir Barat tanpa membebani lalu lintas jalan darat lintas Sumatera.

Mahendra juga menyoroti keunggulan skala ekonomi dalam industri transportasi maritim. Perhitungannya, biaya operasional per unit muatan kapal jauh lebih terjangkau dibandingkan mengandalkan armada truk darat.

Mengapa Kapal Raksasa Lebih Untung?

ASDP dapat memaksimalkan kapasitas angkut kapal dengan spesifikasi 3.000 hingga 5.000 Gross Tonnage (GT). Armada berukuran raksasa ini mampu menampung puluhan truk sekaligus dalam satu kali pelayaran, sehingga efisiensi distribusi barang meningkat tajam.

“Diversifikasi rute pendek berpola koridor regional menjadi jalan utama ASDP untuk mengamankan pendapatan berulang atau recurring income,” tegas Mahendra.

Langkah ekspansi pembukaan jalur baru ini diyakini tidak hanya memperkuat struktur neraca keuangan ASDP, tetapi juga menegaskan posisi perusahaan sebagai tulang punggung ekonomi maritim nasional, khususnya di pintu gerbang utama Pulau Sumatera.

Follow poroslampung.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kirka.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks