JATI AGUNG — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lampung resmi memperkenalkan kawasan Kotabaru sebagai sport center melalui Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Ketahanan Berkuda dan Horsebow Ground Lampung 2026. Ajang yang digelar di Jati Agung, Lampung Selatan, itu memperebutkan Piala Ketua Umum KONI Lampung dan diinisiasi oleh Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Lampung.
Ketua Umum KONI Lampung, Taufik Hidayat, mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi langkah awal untuk mempromosikan Kotabaru sebagai pusat latihan dan kompetisi olahraga berskala nasional. Menurutnya, kawasan tersebut juga akan didukung oleh cabang olahraga paramotor.
"Dalam waktu dekat kami akan menyiapkan fasilitas agar atlet berkuda, dan juga atlet paramotor di Lampung, agar bisa berlatih secara rutin di Kotabaru," kata Taufik Hidayat.
Lima Provinsi Ikuti Kejurnas, Target PON 2032
Kejuaraan Terbuka Nasional ini diikuti peserta dari lima provinsi: Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten, dan Sumatera Selatan. Ajang ini menjadi tolok ukur hasil latihan sekaligus ajang pencarian atlet potensial untuk memperkuat prestasi olahraga Lampung.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Lampung, Meiry Harika Sari, menilai olahraga berkuda tidak hanya mengandalkan kemampuan fisik, tetapi juga melatih ketangkasan, konsentrasi, dan kecepatan mengambil keputusan.
"Kotabaru pun dinilai memiliki potensi besar sebagai lokasi penyelenggaraan kejuaraan berkuda, karena didukung perkembangan klub-klub berkuda di Lampung," ungkap Meiry.
Fasilitas Standar Nasional untuk Atlet Berkuda dan Paramotor
Pengembangan fasilitas olahraga di Kotabaru merupakan bagian dari persiapan jangka panjang menuju PON 2032. Dalam jangka pendek, kawasan tersebut akan difungsikan sebagai pusat pembinaan atlet dengan penyediaan sarana dan prasarana yang terus disesuaikan dengan standar nasional.
Ketua Umum Pordasi Lampung, Supendi, menyebutkan bahwa Lampung kini memiliki sejumlah stable mandiri dengan kuda yang dipersiapkan untuk berbagai nomor pertandingan. Mulai dari endurance 20 hingga 40 kilometer, horseback archery, hingga equestrian, dressage, dan jumping.
"Kejuaraan ini menjadi ajang penting bagi atlet untuk mengukur hasil latihan, sekaligus meningkatkan pengalaman bertanding di level nasional," sebut Supendi.