BANDAR LAMPUNG — Senyum merekah di wajah anak-anak yatim dan penyandang disabilitas saat menerima santunan di Aula Kantor Kemenag Kota Bandar Lampung. Momen itu terjadi di tengah rangkaian Peaceful Muharam 1448 Hijriah yang menghubungkan Bandar Lampung dengan pusat acara di Kementerian Agama RI melalui siaran langsung.
200 Paket Santunan dan Beasiswa untuk Pelajar Berprestasi
Kepala Kantor Kemenag Kota Bandar Lampung, Erwinto, mengatakan program ini merupakan ikhtiar negara hadir di tengah kelompok rentan. Santunan diberikan kepada anak yatim dan penyandang disabilitas yang berasal dari Kantor Urusan Agama (KUA), madrasah, pondok pesantren, madrasah diniyah, TPQ, SLB, dan panti asuhan.
“Pada bulan Muharam kami ingin memastikan anak-anak yatim dan penyandang disabilitas merasakan bahwa mereka tidak pernah berjalan sendiri,” ujar Erwinto dalam sambutannya.
Dari total penerima, 15 beasiswa pendidikan khusus diberikan kepada siswa yatim berprestasi. Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kemenag Kota Bandar Lampung, Arief Hasyimi, menyebutkan kegiatan ini memperkuat sinergi antara pemerintah, lembaga zakat, dunia usaha, dan masyarakat.
Menteri Agama: Muharam Jadi Momentum Kebersamaan
Dalam sambutan yang disiarkan secara nasional, Menteri Agama Nasaruddin Umar menjelaskan bahwa 10 Muharam ditetapkan sebagai hari pembebasan bagi anak yatim dan penyandang disabilitas. Ia merujuk pada tradisi Arab kuno yang menjadikan Muharam sebagai bulan gencatan senjata dan awal penetapan kalender Hijriah.
“Kebahagiaan yang lahir dari kepedulian ini kami harapkan terus tumbuh, tidak hanya pada Muharam, tetapi menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari,” kata Erwinto menambahkan.
Live Streaming Nasional Perkuat Sinergi Daerah
Kegiatan di Bandar Lampung terhubung secara daring dengan pusat melalui live streaming. Hal ini menegaskan bahwa semangat berbagi tidak hanya berlangsung di ibu kota, tetapi merata hingga ke daerah. Acara turut dihadiri Ketua Dharma Wanita Persatuan Kemenag Kota Bandar Lampung, para kepala seksi dan penyelenggara, Kepala KUA, serta para donatur.
Program Peaceful Muharam secara nasional menargetkan pemberian manfaat kepada dua juta anak yatim dan penyandang disabilitas. Di Bandar Lampung, paket santunan dan beasiswa menjadi bukti bahwa gotong royong masih menjadi fondasi sosial masyarakat.