Pencarian

Petani Jati Agung Lampung Selatan Temukan Solusi Lahan Asam Lewat Uji Tanah

Rabu, 06 Mei 2026 • 10:50:06 WIB
Petani Jati Agung Lampung Selatan Temukan Solusi Lahan Asam Lewat Uji Tanah
Petani Desa Marga Agung melakukan uji unsur hara tanah untuk optimalisasi pemupukan sawah.

LAMPUNG SELATAN — Para petani di Desa Marga Agung, Kecamatan Jati Agung, kini memiliki panduan baru dalam mengelola lahan sawah mereka. Melalui program Sekolah Tani Ternak Nelayan (STTN), para petani melakukan uji unsur hara tanah untuk memastikan efektivitas pemupukan pada musim tanam mendatang.

Kegiatan yang menyasar Kelompok Tani Margo Makmur ini melibatkan tenaga ahli dari PT Pupuk Indonesia (PI) Persero. Fokus utamanya adalah memberikan pemahaman teknis agar petani tidak lagi meraba-raba dalam memberikan asupan nutrisi bagi tanaman padi mereka.

Hasil Uji Laboratorium: Tanah Asam di Bawah pH 6

Berdasarkan pengujian langsung yang dilakukan oleh Muhar Sukmayanto, SP, MP dari PT Pupuk Indonesia, ditemukan fakta bahwa kondisi tanah di wilayah Jati Agung cenderung asam. Meski kandungan hara secara umum dinilai cukup baik, tingkat keasaman atau pH tanah berada di angka bawah 6.

Kondisi ini memerlukan intervensi khusus agar penyerapan pupuk oleh tanaman bisa maksimal. Penggunaan dolomit atau kapur pertanian menjadi rekomendasi utama untuk menetralkan tingkat keasaman tersebut.

"Maka perlu penggunaan dolomit untuk sedikit meningkatkan pH tanah agar unsur hara yang ada dapat terikat oleh tanah dan dapat diserap tanaman," kata Muhar saat menjelaskan hasil uji tanah di lokasi.

Bagaimana Uji Tanah Menekan Biaya Produksi?

Uji unsur hara ini bertujuan agar petani bisa menerapkan prinsip pemupukan presisi. Dengan mengetahui kandungan tanah, petani dapat menghindari penggunaan pupuk yang berlebihan atau kekurangan, yang selama ini sering menjadi pemicu membengkaknya biaya produksi tanpa hasil maksimal.

Anggota DPD RI, Dr. KH Abdul Hakim, yang hadir dalam kegiatan tersebut menilai langkah edukasi berbasis data sains ini sangat krusial bagi keberlanjutan pertanian di Lampung. Menurutnya, sinergi antara partai politik, penyedia pupuk, dan petani adalah kunci produktivitas.

“Sudah tepat peran PKS sebagai partai politik yang menjembatani antar stakeholder dalam hal ini pihak PI dengan kelompok tani,” ujar Abdul Hakim.

Target Ketahanan Pangan Lampung 2026

Program STTN ini merupakan bagian dari agenda strategis DPW PKS Lampung melalui Bidang Petani Peternak dan Nelayan (BPPN). Ketua BPPN PKS Lampung, Aep Saripudin, SP, menegaskan bahwa kegiatan ini akan terus direplikasi ke berbagai kelompok tani lainnya di Provinsi Lampung.

Aep menyebutkan bahwa penguatan sektor pertanian menjadi program utama partai untuk tahun 2026. Fokusnya adalah memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan petani melalui pendampingan teknis di lapangan.

“PKS ingin memberikan kontribusi kepada masyarakat khususnya petani agar ada peningkatan dalam produksi pertaniannya. BPPN akan terus melaksanakan kegiatan ini pada kelompok tani-kelompok tani lainnya,” kata Aep menutup keterangannya.

Bagikan
Sumber: gemamedia.co

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks