Kazakhstan Tawarkan Wisata Halal, Target Turis RI Naik 120 Persen

Penulis: Rizal Fikri  •  Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:36:31 WIB
Dubes Kazakhstan untuk Indonesia Serzhan Abdykarimov memaparkan destinasi wisata halal dalam Pertemuan ke-3 Perhimpunan Persahabatan Kazakhstan-Indonesia di Jakarta.

LAMPUNG — Kazakhstan menawarkan paket wisata halal bagi wisatawan muslim Indonesia, dengan Turkistan sebagai destinasi unggulan yang menyimpan monumen kuno peradaban Islam dan sudah diakui UNESCO. Jumlah turis Indonesia ke negara Asia Tengah itu mencapai 6.400 orang sepanjang 2025, dan sudah 6.000 orang pada semester I 2026. Dubes Kazakhstan untuk Indonesia, Serzhan Abdykarimov, meyakini kunjungan bisa tumbuh hingga 120 persen dari tahun lalu jika tren positif bertahan.

Kedutaan Besar Kazakhstan di Jakarta menggelar Pertemuan ke-3 Perhimpunan Persahabatan Kazakhstan-Indonesia untuk mempromosikan sektor pariwisata. Dalam forum itu, Serzhan Abdykarimov memaparkan sejumlah destinasi yang dirancang ramah bagi pelancong muslim, mulai dari situs sejarah Islam hingga pengalaman tinggal di lingkungan nomadik.

Turkistan Jadi Andalan Wisatawan Muslim

Wilayah Turkistan disebut sebagai destinasi unggulan bagi pelancong muslim. Kawasan ini dikenal sebagai tuan rumah berbagai monumen kuno peradaban Islam, dan salah satunya telah diakui sebagai Situs Warisan Budaya UNESCO.

Selain wisata sejarah, Kazakhstan menawarkan pengalaman tinggal di lingkungan nomadik yang kental dengan nilai-nilai Islam dan penghormatan terhadap tamu. Wisata musim dingin juga menjadi daya tarik yang paling banyak dicari wisatawan Indonesia selama ini.

"Kami mendorong wisatawan asal Indonesia untuk melakukan perjalanan ke sejumlah situs penting umat Islam di Kazakhstan," ujar Abdykarimov dalam pertemuan tersebut, dikutip dari kantor berita Antara, Jumat (30/10/2026).

Jaminan Standar Halal dan Kenyamanan Keluarga

Pemerintah Kazakhstan menegaskan komitmennya pada standar tertinggi industri halal. Jaminan ini ditujukan agar keluarga muslim merasa nyaman selama berwisata, termasuk dalam hal makanan dan fasilitas ibadah.

"Kazakhstan menjamin standar tertinggi industri halal dan lingkungan yang nyaman bagi keluarga muslim," sambung Abdykarimov.

Bagi traveler Indonesia yang merencanakan liburan keluarga, kombinasi situs sejarah Islam, lanskap alam terbuka, dan akomodasi ramah muslim menjadi pertimbangan tersendiri. Informasi detail soal sertifikasi halal tiap hotel dan restoran sebaiknya dikonfirmasi lewat agen perjalanan atau kedutaan sebelum berangkat.

Angka Kunjungan Turis Indonesia Terus Naik

Sepanjang 2025, sebanyak 6.400 wisatawan Indonesia berkunjung ke Kazakhstan. Hingga semester I 2026, jumlahnya sudah menyentuh 6.000 orang atau hampir menyamai capaian setahun penuh sebelumnya.

Jika performa positif itu bertahan, Abdykarimov yakin jumlah turis Indonesia sepanjang 2026 bisa tumbuh hingga 120 persen dari tahun 2025. Proyeksi ini menjadikan Indonesia salah satu pasar yang diprioritaskan Kazakhstan di kawasan Asia Tenggara.

Arus kunjungan juga bergerak dua arah. Data per Juli 2026 mencatat lebih dari 25.000 warga negara Kazakhstan berkunjung ke Indonesia, padahal sepanjang 2025 hanya 24.000 kunjungan.

Bebas Visa Dorong Kunjungan Dua Arah

Pemerintah Indonesia memberikan fasilitas bebas visa bagi pengunjung Kazakhstan sejak Juli 2026. Abdykarimov menilai kebijakan itu bisa semakin meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan di masa depan.

Pariwisata disebut sebagai salah satu sektor kerja sama yang memperkuat hubungan Kazakhstan dan Indonesia. Bagi traveler yang ingin merencanakan perjalanan ke Asia Tengah, waktu terbaik mempertimbangkan musim dingin untuk lanskap salju atau musim panas untuk mengeksplorasi situs sejarah di Turkistan.

Durasi ideal kunjungan ke Kazakhstan berkisar 7–10 hari untuk mencakup kota besar dan situs warisan budaya. Rute penerbangan, harga tiket, serta paket tur halal perlu dicek langsung ke maskapai atau agen perjalanan resmi, karena informasi tersebut belum dirinci dalam forum promosi ini.

Reporter: Rizal Fikri
Sumber: detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top