Pencarian

Pariwisata Indonesia Tumbuh 2026, Wisman 10,58 Juta dan 25,91 Juta Lapangan Kerja

Selasa, 20 Oktober 2026 • 19:05:32 WIB
Pariwisata Indonesia Tumbuh 2026, Wisman 10,58 Juta dan 25,91 Juta Lapangan Kerja
Kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia mencapai 10,58 juta hingga Agustus 2026, naik 5,38 persen dibanding periode sama tahun lalu.

LAMPUNG — Sektor pariwisata Indonesia mencatat 10,58 juta kunjungan wisatawan mancanegara hingga Agustus 2026, naik 5,38 persen dibanding periode sama tahun lalu. Angka itu melengkapi capaian 2025 yang menembus 15,39 juta wisman, melampaui target nasional 14–15 juta kunjungan. Bagi traveler, pertumbuhan ini tampak dari menguatnya destinasi di luar Bali seperti Danau Toba dan Likupang.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyebut 2025 sebagai salah satu tahun penting bagi pertumbuhan pariwisata Indonesia. Menurutnya, momentum itu berlanjut hingga 2026 dan tidak hanya soal jumlah kunjungan, tetapi juga manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat serta pemerataan pertumbuhan antar daerah.

"Dua tahun terakhir, pariwisata Indonesia terus bertumbuh. Tahun 2025 menjadi salah satu tahun penting bagi pertumbuhan pariwisata Indonesia dan momentum itu berlanjut hingga 2026," ujar Widiyanti dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (20/10/2026).

Wisman Tembus 15,39 Juta, Wisnus Cetak Rekor 1,2 Miliar Perjalanan

Sepanjang 2025, Indonesia mencatat 15,39 juta kunjungan wisman atau naik 10,80 persen dibanding tahun sebelumnya. Capaian tersebut melampaui target nasional 14–15 juta kunjungan. Pada periode yang sama, perjalanan wisatawan nusantara mencapai 1,2 miliar perjalanan, tertinggi sepanjang sejarah pencatatan.

Pertumbuhan berlanjut hingga Agustus 2026. Kunjungan wisman mencapai 10,58 juta atau meningkat 5,38 persen secara year-on-year, sementara perjalanan wisnus tercatat 842,15 juta atau tumbuh 4,29 persen. Widiyanti menyebut pertumbuhan pariwisata Indonesia menjadi yang tercepat kedua di antara lima ekonomi besar Asia Tenggara.

Danau Toba hingga Likupang Jadi Motor Pertumbuhan Baru

Kunjungan ke destinasi di luar Bali dan kota-kota besar ikut menguat. Pada triwulan I 2026, kunjungan wisman ke kawasan Manado-Likupang tumbuh 60,42 persen, sedangkan Danau Toba naik 33,40 persen dibanding periode sama 2025.

Dari sisi wisatawan domestik, Danau Toba mencatat pertumbuhan perjalanan tertinggi pada 2025–2026 sebesar 106,68 persen. Kawasan Lombok-Gili Tramena menyusul dengan peningkatan 75,45 persen. Bagi traveler yang selama ini menghindari keramaian, data ini jadi sinyal bahwa alternatif selain Bali semakin matang dari sisi layanan.

Belanja Wisman Naik, UMKM Jadi Penopang Utama

Pada semester I 2026, rata-rata pengeluaran wisman naik 6,36 persen menjadi 1.313 dolar AS atau sekitar Rp22,59 juta per kedatangan. Belanja itu mengalir ke hotel, restoran, cendera mata, hiburan, hingga paket wisata lokal.

Dampaknya terasa luas karena lebih dari 95 persen usaha di sektor pariwisata dijalankan UMKM. Artinya, uang yang dibelanjakan wisatawan sebagian besar berputar di skala usaha kecil, bukan hanya korporasi besar.

Daya Saing Global Menguat, Peringkat Kedua Wisata Ramah Muslim

Dalam Global Muslim Travel Index 2026, Indonesia menempati peringkat kedua sebagai destinasi wisata ramah Muslim terbaik di dunia. Skor Indonesia dalam Travel and Tourism Development Index 2026 juga meningkat menjadi 4,56, menempatkannya di posisi kedua Asia Tenggara dan keenam Asia Pasifik.

Widiyanti menilai peningkatan daya saing ini memperkuat citra Indonesia sebagai destinasi yang semakin menarik bagi wisatawan global. Bagi wisatawan muslim, posisi ini relevan untuk pertimbangan kenyamanan fasilitas ibadah dan kuliner halal di destinasi utama.

25,91 Juta Tenaga Kerja dan Investasi Rp73,56 Triliun

Sektor pariwisata menyerap 25,91 juta tenaga kerja pada 2025, angka tertinggi dalam satu dekade terakhir. Pariwisata menjadi sektor dengan penyerapan tenaga kerja terbesar ketiga setelah pertanian dan perdagangan, mencakup perhotelan, restoran, perjalanan wisata, transportasi, penyelenggaraan acara, hingga ekonomi kreatif.

Realisasi investasi pariwisata pada 2025 mencapai Rp73,56 triliun, lalu berlanjut Rp39,68 triliun pada semester I 2026. Di enam Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata, investasi semester I 2026 mencapai Rp1,4 triliun dan menciptakan 1.858 lapangan kerja baru. Lima KEK lain yang memiliki aktivitas pariwisata mencatat investasi Rp4,5 triliun dengan penyerapan 1.621 tenaga kerja.

Widiyanti menegaskan investasi pariwisata tidak hanya soal pembangunan hotel atau fasilitas baru. Investasi itu juga menggerakkan permintaan barang dan jasa serta menciptakan kesempatan kerja di sektor pendukung.

Bagi traveler yang sedang menyusun rencana liburan 2026, arah pertumbuhan ini memberi gambaran destinasi mana yang fasilitasnya berkembang cepat. Informasi tarif, akses, dan paket wisata terbaru di Danau Toba, Likupang, atau Lombok sebaiknya dikonfirmasi langsung ke dinas pariwisata setempat sebelum berangkat.

Follow poroslampung.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: vibizmedia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks