Capcom Matikan Server Street Fighter V, Hentikan Penjualan Digital

Penulis: Rizal Fikri  •  Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:38:01 WIB
Capcom menonaktifkan server Street Fighter V untuk PS4 dan PC Steam sejak 27 Oktober 2026.

LAMPUNG — Capcom menonaktifkan server Street Fighter V untuk PS4 dan PC Steam serta menghentikan penjualan digital di PS Store dan Steam sejak 27 Oktober 2026. Langkah pemeliharaan darurat ini diambil setelah dua kerentanan kritis pada bahasa pemrograman PHP terungkap pekan sebelumnya. Pemain yang sudah memiliki game masih bisa mengakses mode offline, tetapi seluruh fitur online tidak tersedia tanpa tanggal pemulihan yang pasti.

Dua kerentanan kritis pada PHP memungkinkan penyerang menjalankan kode dari jarak jauh pada server yang rentan. Capcom mengonfirmasi pemeliharaan darurat lewat media sosial resminya, dan menyatakan penguatan keamanan menyasar sistem daring Street Fighter V yang dibangun di atas bahasa pemrograman tersebut.

PHP sendiri dipakai luas untuk membangun situs web dan layanan online, sehingga dampak celah ini tidak berhenti di industri game. Layanan lain yang bergantung pada PHP menghadapi risiko serupa, termasuk potensi gangguan layanan hingga pencurian data pengguna.

Apa yang Masih Bisa Dimainkan

Bagi pemilik game, konten offline tetap berjalan normal. Mode Arcade, Story, Training, dan pertarungan lokal bisa diakses tanpa koneksi ke layanan online Capcom.

Sebaliknya, fitur yang mengandalkan jaringan tidak bisa digunakan. Pertandingan peringkat dan matchmaking online termasuk yang terdampak, sehingga pemain yang sedang mengejar ranking harus menunda aktivitasnya.

Penjualan Digital Ikut Dihentikan

Capcom tidak hanya mematikan server. Penjualan game digital di PS Store dan Steam untuk sementara ditutup hingga perbaikan selesai, artinya calon pemain baru tidak bisa membeli Street Fighter V selama periode ini.

Keputusan menutup penjualan menunjukkan Capcom memilih menahan potensi pendapatan ketimbang membiarkan sistem rentan beroperasi. Langkah ini juga mencegah pengguna baru masuk ke layanan yang belum dipastikan aman.

Mengapa Game Lawas Masih Rentan

Street Fighter V dirilis pada 2016, tetapi sistem yang menjalankan layanan daringnya tetap terpapar ancaman keamanan terbaru. Usia game tidak otomatis menjadikan infrastrukturnya kebal, terutama bila komponen pendukungnya masih memakai versi perangkat lunak yang memiliki celah.

Kasus ini memperlihatkan ketergantungan game modern pada layanan online dan perangkat lunak pendukung sebagai titik lemah. Selama server aktif, pembaruan keamanan pada komponen dasar seperti PHP tetap harus diikuti, terlepas dari kapan game tersebut pertama dirilis.

Kapan Layanan Pulih?

Belum ada tanggal pasti untuk pemulihan layanan. Capcom menyebut perbaikan akan diumumkan resmi setelah proses penguatan keamanan selesai, dan pemain diminta menunggu pengumuman berikutnya sebelum fitur online serta penjualan kembali dibuka.

Bagi pelaku bisnis game digital, insiden ini menjadi pengingat bahwa pemeliharaan darurat bisa memutus alur pendapatan dan akses pengguna secara mendadak. Mitigasi risiko pada lapisan perangkat lunak dasar sebaiknya dijalankan sebelum celah dieksploitasi, bukan setelah layanan terpaksa dimatikan.

Reporter: Rizal Fikri
Sumber: jagatplay.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top