BANDAR LAMPUNG — Ribuan keluarga penerima bantuan sosial di Lampung dinyatakan mandiri dan tidak lagi menerima bantuan tunai bersyarat dari pemerintah pusat. Lampung Tengah mencatatkan diri sebagai kabupaten dengan jumlah graduasi tertinggi, mencapai 1.127 KPM sepanjang tahun ini.
Namun, jika diukur dari persentase terhadap total KPM di masing-masing wilayah, capaian terbaik justru dimiliki Kota Metro. Daerah tersebut berhasil melepaskan ketergantungan 3,31 persen warganya dari bantuan PKH, disusul Lampung Tengah dengan 2,32 persen.
Koordinator Wilayah (Korwil) PKH Provinsi Lampung, Slamet Riyadi, menjelaskan bahwa proses pengeluaran KPM dalam program bansos ini terbagi menjadi dua kategori, yakni graduasi mandiri dan graduasi sejahtera.
"Graduasi mandiri merupakan kondisi ketika KPM sudah mampu meningkatkan taraf kehidupannya dan tidak lagi bergantung pada bantuan PKH," kata Slamet, Jumat (4/9/2026).
Sementara itu, jalur graduasi sejahtera mensyaratkan peserta mengikuti program pemberdayaan sosial ekonomi terlebih dahulu. Proses pendampingan tersebut memakan waktu hingga satu tahun sebelum akhirnya KPM dinilai layak untuk dilepas dari daftar penerima manfaat.
Pada tahap pertama 2026, sebanyak 2.030 KPM telah dinyatakan graduasi mandiri. Distribusi terbesar berasal dari Lampung Tengah dengan 565 KPM, disusul Lampung Timur sebanyak 311 KPM dan Lampung Selatan 279 KPM.
Wilayah lain yang turut berkontribusi antara lain Bandar Lampung 153 KPM, Lampung Utara 170 KPM, Tanggamus 108 KPM, serta Tulang Bawang 89 KPM. Selebihnya tersebar di Lampung Barat 83 KPM, Pringsewu 73 KPM, Mesuji 51 KPM, Kota Metro 48 KPM, Pesawaran 36 KPM, Way Kanan 33 KPM, Tulang Bawang Barat 18 KPM, dan Pesisir Barat 13 KPM.
Jumlah graduasi meningkat pada tahap kedua. Lampung Selatan mencatatkan tambahan 531 KPM, Lampung Tengah kembali menjadi penyumbang terbesar dengan 562 KPM, dan Lampung Timur menyusul dengan 339 KPM.
Kota Metro menunjukkan akselerasi signifikan dengan menambah 104 KPM pada periode ini. Adapun daerah lain seperti Bandar Lampung mencatat 129 KPM, Pesawaran 106 KPM, Pringsewu 82 KPM, Tanggamus 55 KPM, serta Lampung Utara 190 KPM.
Menurut Slamet, tingginya angka graduasi ini menjadi sinyal positif bagi perekonomian daerah. Keluarga yang sebelumnya bergantung pada bantuan pemerintah kini dinilai telah memiliki kemandirian finansial.
"Capaian tersebut menunjukkan adanya KPM yang telah mengalami peningkatan kondisi sosial dan ekonomi sehingga mampu keluar dari kepesertaan PKH," jelasnya.
Keberhasilan ini tidak lepas dari pendampingan sosial yang dilakukan secara berjenjang oleh pendamping PKH di 15 kabupaten/kota se-Lampung. Proses verifikasi dan validasi data dilakukan berkala untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan tepat keluar.