Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus menegaskan 14 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) bantuan Kementerian Pertanian yang disalurkan ke sejumlah kelompok tani harus benar-benar dimanfaatkan, bukan sekadar dipajang. Kehadiran traktor crawler menjadi solusi bagi lahan pertanian berlumpur di wilayah yang kerap membuat traktor konvensional amblas itu.
BANDARLAMPUNG — Pemerintah Kabupaten Lampung Barat menyalurkan 14 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) dari Kementerian Pertanian kepada sejumlah kelompok tani di delapan pekon. Bantuan ini diarahkan untuk mempercepat pengolahan lahan sekaligus mendorong produktivitas pertanian, Rabu.
Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus mengingatkan kelompok tani penerima agar seluruh alat dirawat dan digunakan secara optimal. Ia menegaskan alsintan bukan untuk dijadikan pajangan atau sekadar diparkir.
"Bagaimana caranya alsintan ini agar betul-betul bermanfaat. Jangan sampai tidak menambah kesejahteraan masyarakat petani," kata Parosil dalam keterangan yang dikonfirmasi dari Bandarlampung.
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Lampung Barat Maidar menjelaskan, tiga unit traktor crawler yang disalurkan memang dirancang untuk menjawab tantangan medan pertanian setempat. Sebagian lahan di Lampung Barat memiliki kondisi tanah berlumpur yang sulit dilalui traktor konvensional.
"Banyak lahan di Lampung Barat yang kalau pakai traktor biasa langsung amblas. Tentunya keberadaan bantuan alsintan tersebut diharapkan dapat membantu petani memenuhi kebutuhan irigasi, mempercepat pengolahan lahan dan proses tanam hingga kegiatan panen, baik untuk tanaman pangan maupun hortikultura," ujar Maidar.
Kehadiran traktor crawler dinilai lebih adaptif karena mampu bergerak di lahan basah tanpa tenggelam, sehingga petani tidak lagi bergantung pada pengolahan lahan secara manual yang memakan waktu lebih lama.
Parosil juga membuka mekanisme pemanfaatan bersama antarkelompok tani melalui sistem sewa. Kebijakan ini ditempuh agar alsintan tidak menganggur ketika kelompok penerima sedang tidak menggunakannya.
"Kalau masih di Lampung Barat boleh-boleh saja, daripada alatnya nganggur. Yang jangan itu kalau sampai lintas daerah," tegasnya.
Bupati meminta kelompok tani penerima menjaga dan merawat bantuan tersebut agar tetap berfungsi baik serta memiliki usia pakai panjang.
Adapun 14 unit alsintan yang disalurkan terdiri atas tiga unit traktor crawler, dua unit traktor rotavator, satu unit traktor roda empat, satu unit combine harvester, satu unit rice transplanter, tiga unit pompa air berukuran tiga inci, dan tiga unit pompa air berukuran empat inci.
Dari jumlah itu, tiga unit traktor crawler diserahkan kepada kelompok tani di Pekon Ringin Sar, Kecamatan Suoh, dan Pekon Suoh, Kecamatan Bandar Negeri Suoh. Dua unit traktor rotavator masing-masing disalurkan ke Pekon Pagar Dewa, Kecamatan Sukau, dan Pekon Pura Jaya, Kecamatan Kebun Tebu.
Untuk pompa air tiga inci, tiga unit diberikan kepada kelompok tani di Pekon Way Empulau Ulu Balik Bukit dan Pekon Sumber Agung Suoh. Sementara tiga unit pompa air empat inci disalurkan untuk tiga kelompok tani di Pekon Pagar Dewa, Sukau.
Bantuan alsintan ini merupakan bagian dari program nasional percepatan mekanisasi pertanian. Dengan alat yang sesuai kondisi lahan setempat, pemerintah daerah berharap produktivitas pangan dan hortikultura di Lampung Barat meningkat secara signifikan dalam beberapa musim tanam ke depan.