LAMPUNG — Keterbukaan informasi yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini menegaskan komitmen IMJS dalam merancang pertumbuhan jangka panjang. Wakil Direktur IMJS, Gunawan Effendi, menyatakan pendirian IGV merupakan bagian dari strategi induk usaha untuk memperluas cakupan layanan di sektor jasa keuangan non-bank.
Kehadiran IGV dirancang untuk melengkapi lini bisnis Indomobil yang selama ini identik dengan sektor otomotif dan layanan mobilitas. Dengan adanya entitas baru ini, IMJS ingin membangun jembatan antara kebutuhan pembiayaan pelaku usaha dengan sumber dana yang dikelola secara profesional.
"Pendirian entitas anak usaha baru ini bertujuan untuk memperkokoh posisi fundamental bisnis IMJ dalam kapasitasnya sebagai perusahaan holding," ungkap Gunawan dalam keterangan resminya, Rabu (2/9/2026).
Secara garis besar, ruang lingkup operasional IGV mencakup dua aktivitas utama. Pertama, penyaluran pembiayaan melalui mekanisme penyertaan modal atau pembiayaan dengan jangka waktu tertentu. Kedua, pengelolaan dana ventura untuk mendukung pengembangan usaha dari mitra atau debitur.
Kegiatan ini dijalankan secara konvensional, mengikuti ketentuan yang berlaku bagi perusahaan modal ventura di Indonesia. Langkah ini juga menegaskan arah IMJS yang tidak hanya bergantung pada pendapatan dari penjualan kendaraan, tetapi juga mulai serius menjajaki pendapatan berkelanjutan dari sektor jasa keuangan.
Langkah korporasi ini muncul di tengah tekanan pasar otomotif nasional yang masih fluktuatif. Dengan membentuk IGV, IMJS berupaya menangkap peluang dari sektor usaha kecil dan menengah yang membutuhkan suntikan modal untuk ekspansi, namun belum memiliki akses memadai ke perbankan konvensional.
Bagi pemegang saham IMJS, pendirian anak usaha ini menjadi sinyal bahwa manajemen sedang melakukan diversifikasi risiko. Sebagai perusahaan holding, IMJS diharapkan mampu menciptakan sinergi antar lini bisnis, termasuk memanfaatkan jaringan pelanggan Indomobil yang sudah luas sebagai calon pasar potensial bagi IGV.
Hingga berita ini diturunkan, manajemen belum merinci besaran modal awal yang disetor untuk entitas baru tersebut. Detail struktur kepemilikan dan target pendanaan akan menjadi perhatian pelaku pasar pada pengumuman-pengumuman selanjutnya.