Gunung Semeru Erupsi Delapan Kali dalam Enam Jam, Kolom Letusan Capai 1,2 Kilometer

Penulis: Surya Dinata  •  Jumat, 14 Agustus 2026 | 13:10:01 WIB
Kolom abu vulkanik setinggi 1,2 kilometer teramati dari delapan kali erupsi Gunung Semeru dalam enam jam terakhir.

LAMPUNG — Delapan kali letusan tercatat sejak periode pengamatan pagi hingga siang ini. Kolom abu kelabu hingga coklat teramati bergerak ke arah barat daya dan selatan, mengikuti arah angin yang bertiup cukup kencang di ketinggian.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Semeru, dalam laporan terbarunya, menyebutkan amplitudo erupsi terekam di kisaran 18 hingga 23 milimeter dengan durasi letusan bervariasi. Meski tidak terjadi peningkatan status, intensitas erupsi yang beruntun ini tetap menjadi perhatian utama bagi warga yang bermukim di lereng gunung.

Zona Terlarang dan Potensi Ancaman Lahar

Rekomendasi resmi yang dikeluarkan pengamat gunung api menegaskan larangan aktivitas warga dalam radius empat kilometer dari kawah. Perluasan larangan juga berlaku untuk sektor tenggara—timur laut sejauh lima kilometer—yang menjadi jalur aliran lelehan lava.

Ancaman terbesar saat ini bukan hanya material piroklastik dari letusan, tetapi juga potensi lahar dingin. Material vulkanik yang sudah mengendap di sepanjang aliran sungai berisiko terbawa turun saat hujan deras mengguyur wilayah puncak.

Warga diimbau mewaspadai sungai-sungai yang berhulu di Gunung Semeru, seperti Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Endapan abu yang tebal di area tersebut bisa berubah menjadi banjir bandang dalam hitungan menit.

Durasi Letusan Terpanjang Tembus Dua Menit

Dari delapan kejadian yang terekam, durasi letusan bervariasi antara 50 detik hingga lebih dari dua menit. Letusan dengan durasi terpanjang terjadi pada pengamatan siang, menghasilkan kolom abu yang paling tebal dan menjulang tinggi.

Meski frekuensi letusan terbilang tinggi, aktivitas kegempaan vulkanik dalam masih tercatat normal. Hal ini menunjukkan suplai magma dari kedalaman belum menunjukkan tekanan yang signifikan.

Data visual dan instrumental ini menjadi acuan utama bagi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk menentukan langkah mitigasi. Masyarakat diminta terus memantau informasi resmi dari instansi terkait dan tidak mudah percaya pada isu yang tidak jelas sumbernya.

Imbauan bagi Pendaki dan Warga Sekitar

Seluruh aktivitas pendakian di dalam radius bahaya dinyatakan ditutup sementara. Pendaki yang berada di area terdampak diminta segera turun dan menjauh dari puncak.

Bagi warga yang tinggal di lereng, persiapan menghadapi kemungkinan evakuasi perlu dilakukan sejak dini. Masker perlu disiapkan mengingat paparan abu vulkanik dapat mengganggu saluran pernapasan.

Gunung Semeru memang dikenal memiliki aktivitas erupsi yang hampir terus-menerus. Namun, pola letusan yang terjadi secara beruntun dalam waktu singkat tetap memerlukan kewaspadaan ekstra dari semua pihak.

Reporter: Surya Dinata
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top