BANDAR LAMPUNG — BMKG Lampung memutakhirkan data prakiraan cuaca pada pukul 06.00 WIB, Sabtu (8/4/2026). Kondisi langit di sebagian besar wilayah Provinsi Lampung diprediksi cerah hingga cerah berawan sepanjang hari, dengan potensi hujan ringan yang sifatnya lokal dan terjadi pada waktu berbeda.
Berdasarkan rilis resmi BMKG, hujan ringan pada pagi hari (07.00–13.00 WIB) berpeluang mengguyur tiga daerah: Pesawaran, Lampung Timur, dan Tanggamus. Sementara itu, pada dini hari (01.00–07.00 WIB), potensi hujan serupa meluas ke empat wilayah, mencakup Lampung Selatan, Pesawaran, Lampung Timur, dan Tanggamus.
Wilayah Terdampak dan Waktu Potensi Hujan Ringan
BMKG memetakan potensi hujan ke dalam dua sesi waktu yang berbeda. Pada pagi hari, tiga kabupaten masuk daftar waspada, sedangkan pada dini hari, empat kabupaten berpotensi mengalami kondisi serupa.
- Pagi (07.00–13.00 WIB): Pesawaran, Lampung Timur, Tanggamus.
- Dini hari (01.00–07.00 WIB): Lampung Selatan, Pesawaran, Lampung Timur, Tanggamus.
Untuk periode siang hingga sore (13.00–19.00 WIB) dan malam hari (19.00–01.00 WIB), cuaca di seluruh wilayah Lampung diprakirakan cerah hingga cerah berawan tanpa potensi hujan signifikan.
Suhu di Lampung Barat Lebih Dingin, Angin Bertiup dari Timur
BMKG mencatat adanya perbedaan suhu yang cukup kontras antara Kabupaten Lampung Barat dan wilayah lainnya. Di Lampung Barat dan sekitarnya, suhu udara diprakirakan berada pada kisaran 19–31 derajat Celsius, menjadikannya wilayah dengan suhu terendah di provinsi ini.
Adapun wilayah Lampung lainnya diprakirakan memiliki suhu udara lebih hangat, yakni antara 23–34 derajat Celsius. Kelembapan udara berada di rentang 50–95 persen, sementara angin permukaan bertiup dari arah timur hingga tenggara dengan kecepatan 5–40 kilometer per jam.
BMKG Imbau Warga Pantau Info Cuaca dari Kanal Resmi
Kendati tidak ada peringatan dini yang dikeluarkan, BMKG Lampung tetap mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap perubahan cuaca yang cepat. Imbauan ini ditujukan khususnya bagi warga yang berencana beraktivitas di luar ruangan, seperti bertani, melaut, atau melakukan perjalanan darat.
BMKG meminta publik untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi yang dikelola instansi tersebut. Pembaruan data dilakukan secara berkala untuk mengantisipasi potensi cuaca ekstrem yang tidak terdeteksi pada prakiraan awal.