LAMPUNG TENGAH — Panen raya TNI serentak digelar di 43 titik di seluruh Indonesia, dengan Lampung menjadi salah satu lokasi utama. Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung dari Kabupaten Malang, Jawa Timur, secara virtual. Komoditas yang dipanen meliputi padi, kedelai, dan tebu yang masing-masing didampingi oleh tiga matra TNI.
Dalam arahannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa ketahanan pangan bukan hanya urusan Kementerian Pertanian, melainkan gerakan nasional. Ia mengapresiasi kolaborasi TNI dan Polri yang dinilai tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga hadir membantu persoalan rakyat.
"Saya sangat menghargai semangat persatuan, kolaborasi, dan gotong royong dari seluruh komponen bangsa," ujar Presiden Prabowo.
Presiden juga mengingatkan bahwa pada 16 Mei 2026 pemerintah telah menggelar panen raya jagung bersama Polri. Kini giliran TNI yang turun mendampingi petani di tiga komoditas strategis. "TNI dan Polri tidak hanya merupakan penjaga pertahanan dan keamanan negara, tetapi juga bagian yang tidak bisa dipisahkan dari rakyat Indonesia," tegasnya.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menuturkan bahwa keterlibatan TNI dan Polri sejak pemerintahan Presiden Prabowo telah mengubah pola pendampingan pertanian. Selama satu setengah tahun terakhir, pengawalan dilakukan dari produksi hingga pascapanen.
"Tidak ada pupuk yang diselewengkan, harga panen tetap terjaga, dan jadwal tanam berjalan lebih tepat. TNI dan Polri memang tidak ikut menanam, tetapi mendampingi agar petani tidak berjalan sendiri," ujar Gubernur Mirza.
Ia menambahkan, pemerintah daerah terus mendorong percepatan perbaikan jaringan irigasi yang selama puluhan tahun menjadi persoalan klasik. "Masalah air sudah berlangsung puluhan tahun. Mudah-mudahan upaya tersebut dapat segera memberikan manfaat bagi petani," katanya.
Secara nasional, panen raya TNI terintegrasi mencakup 31 lokasi panen padi yang didampingi TNI Angkatan Darat, empat lokasi panen kedelai oleh TNI Angkatan Laut, dan delapan lokasi panen tebu yang didampingi TNI Angkatan Udara. Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara TNI dan pemerintah daerah dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.
Di Lampung, panen raya dipusatkan di Desa Rejo Basuki, Kecamatan Seputih Raman, Kabupaten Lampung Tengah. Kehadiran Gubernur dan Pangdam di lokasi menunjukkan komitmen daerah dalam mendukung program ketahanan pangan yang dicanangkan pemerintah pusat.