334 Warga Dusun Pujoraharjo Pesawaran Bangun Listrik Mandiri, Puluhan Tahun Tak Tersentuh PLN

Penulis: Teguh Prasetyo  •  Jumat, 17 Juli 2026 | 15:02:31 WIB
Warga Dusun Pujoraharjo, Pesawaran, bergotong royong membangun turbin mikrohidro dari aliran sungai pegunungan untuk memenuhi kebutuhan listrik mandiri.

PESAWARAN — Dusun Pujoraharjo berada di kawasan pegunungan dengan ketinggian sekitar 500 meter di atas permukaan laut. Jarak tempuh dari Kota Bandar Lampung mencapai satu jam 45 menit menggunakan sepeda motor. Akses yang sulit dan lokasi terpencil menjadi alasan utama jaringan listrik negara belum masuk ke wilayah tersebut.

Warga mulai membangun turbin mikrohidro pada 2012 setelah belajar dari kampung tetangga. Aliran sungai pegunungan dimanfaatkan untuk memutar turbin dan menghasilkan listrik berskala kecil.

Empat Turbin Dibangun, Satu Unit Habiskan Rp 20 Juta

Kini terdapat empat turbin yang dibangun dari uang warga. Satu turbin menghabiskan biaya sekitar Rp 20 juta dan digunakan bersama oleh 11 hingga 15 keluarga. Dana dikumpulkan berdasarkan kemampuan masing-masing anggota kelompok.

Setiap rumah membayar iuran Rp 20 ribu per bulan untuk perawatan. Warga bergotong royong memeriksa dan membersihkan saluran air setiap hari. Risiko terbesar terjadi saat musim hujan, ketika pipa air ke turbin pecah tertimpa kayu atau tersumbat sampah.

Listrik Tak Stabil, Daya Bergantung Debit Sungai

Meski sudah mengeluarkan biaya sendiri, listrik yang diterima belum stabil. Daya yang dihasilkan tergantung debit sungai dan umumnya hanya cukup menyalakan lampu serta mengisi daya ponsel. Ketika aliran air mengecil, sebagian rumah tidak mendapat aliran listrik.

Warga yang rumahnya jauh dari sungai akhirnya membeli panel surya dengan biaya Rp 2 juta hingga Rp 3 juta per rumah. Namun panel surya juga belum menjamin pasokan listrik sepanjang waktu karena bergantung pada cuaca. Aki yang digunakan umumnya hanya bertahan sekitar satu tahun.

"Sekarang ini zamannya sudah maju. Ada handphone yang butuh setrum, kita juga butuh penerangan. Kalau masih pakai lampu sentir seperti dulu rasanya sudah tidak mungkin lagi," kata warga Pujoraharjo, Turyanto.

Harapan agar PLN Masuk ke Dusun

Kepala Dusun Pujoraharjo Maryadi berharap PLN membangun jaringan hingga ke wilayahnya. Menurut dia, pembangkit swadaya hanya menjadi jalan bertahan selama layanan listrik negara belum tersedia.

"Kalau penginnya listrik PLN bisa masuk ke sini. Karena selama ini kami pakai turbin itu sangat kecil sekali. Hanya cukup untuk lampu dan penerangan saja," ujar Maryadi.

Keterbatasan listrik juga berdampak pada pendidikan. Dusun Pujoraharjo memiliki sekolah dasar swadaya yang berdiri sejak era 1970-an, tetapi sumber listrik warga belum mampu mendukung penggunaan peralatan elektronik berdaya besar. Selama menunggu jaringan PLN, warga harus terus mengeluarkan biaya untuk membangun, memperbaiki, dan menjaga sumber listrik mereka sendiri.

Reporter: Teguh Prasetyo
Sumber: afu.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top