LAMPUNG BARAT — Pemandangan berbeda terlihat di SDN Gunung Sugih, Kecamatan Balik Bukit, saat tahun ajaran baru 2026/2027 dimulai. Sekolah yang biasanya ramai calon siswa itu hanya kebanjiran dua peserta didik baru untuk kelas I.
Suasana kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut tampak lengang. Di sejumlah ruang kelas, hanya segelintir siswa yang mengikuti pembelajaran.
Di kelas III, proses belajar hanya diikuti tiga siswa. Sementara itu, di kelas I yang seluruhnya merupakan peserta didik baru, hanya dua anak yang tampak mengikuti kegiatan belajar.
Kondisi ini menjadi gambaran nyata krisis jumlah peserta didik yang tengah dihadapi SDN Gunung Sugih.
Kepala SDN Gunung Sugih, Yunida, mengaku sempat optimistis jumlah siswa baru tahun ini akan meningkat. Sebelum tahun ajaran berakhir, terdapat sekitar delapan hingga sepuluh calon peserta didik yang diperkirakan akan mendaftar.
"Namun, harapan tersebut tidak menjadi kenyataan saat hari pertama masuk sekolah, hanya dua anak yang datang untuk mendaftarkan diri sebagai siswa kelas I," ujar Yunida.
Pihak sekolah kini khawatir minimnya jumlah peserta didik yang terus terjadi dapat mengancam keberlangsungan SDN Gunung Sugih. Jika tidak segera mendapat solusi, potensi penutupan sekolah bukan lagi sekadar kekhawatiran.
Belum ada pernyataan resmi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Barat mengenai langkah yang akan diambil untuk menyikapi kondisi di SDN Gunung Sugih. Namun, persoalan ini menjadi alarm bagi dunia pendidikan di daerah tersebut. (*)