LAMPUNG — Masyarakat Bandung kini punya kesempatan untuk mencicipi langsung teknologi elektrifikasi BYD tanpa harus menunggu peluncuran resmi. Selama lima hari, pengunjung dapat mengikuti test drive lini kendaraan BYD, menjajal DENZA D9, hingga merasakan tantangan Monster Track Experience dan B5 Challenge.
Salah satu daya tarik utama acara ini adalah pengenalan teknologi Dual Mode (DM) atau Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV). Teknologi ini memadukan e-Platform 3.0, Blade Battery, dan platform DM generasi terbaru.
Menurut BYD, teknologi ini mengusung empat karakter utama: Gesit dengan akselerasi responsif, Andal di berbagai kondisi jalan, Senyap dengan getaran dan kebisingan minim, serta Super Irit yang dirancang untuk efisiensi energi harian dan perjalanan jarak jauh.
Di wahana Monster Track Offroad, pengunjung bisa merasakan kemampuan DENZA B5. Tantangan seperti tanjakan ekstrem, jalur bergelombang, hingga jungkat-jungkit dirancang untuk memperlihatkan traksi, stabilitas, dan kenyamanan sistem penggerak kendaraan di medan sulit.
Sementara itu, area Speed Test Ride menyediakan kesempatan untuk menjajal performa BYD Seal 6 DM yang belum resmi meluncur di Indonesia. Jalur test drive disiapkan agar pengunjung bisa merasakan handling, efisiensi energi, kenyamanan kabin, serta fitur pintar yang disematkan pada kendaraan BYD.
Operation Director PT BYD Motor Indonesia, Nathan Sun, mengungkapkan bahwa Bandung dipilih karena antusiasme tinggi warganya terhadap kendaraan elektrifikasi. “Kami ingin masyarakat tidak hanya melihat, tetapi juga merasakan langsung teknologi BYD,” ujarnya di Bandung, Rabu (15/7/2026).
Sejak memasuki pasar Indonesia pada 2024, BYD telah mendistribusikan sekitar 97 ribu unit kendaraan. Khusus di Jawa Barat, lebih dari 10.500 unit telah beroperasi. Saat ini BYD memiliki sekitar 100 showroom di Indonesia, dengan 15 dealer di Jawa Barat. Targetnya, jumlah dealer di provinsi itu bertambah menjadi sekitar 30 dealer hingga akhir tahun.
Nathan menambahkan, adopsi kendaraan elektrifikasi di Indonesia menunjukkan pertumbuhan pesat. Pangsa pasar kendaraan listrik yang pada 2021 masih di kisaran satu persen, kini telah melampaui 20 persen. “Perjalanan elektrifikasi di Indonesia baru dimulai. Kami akan terus menghadirkan inovasi agar masyarakat yang masih menggunakan kendaraan berbahan bakar fosil semakin yakin beralih,” ujarnya.
Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, menyambut positif penyelenggaraan acara ini. Ia menilai masyarakat Kota Kembang cukup terbuka terhadap perkembangan teknologi, termasuk kendaraan rendah emisi. “Kami berharap semakin banyak warga yang beralih menggunakan kendaraan rendah emisi sehingga kualitas lingkungan juga semakin baik,” katanya.
Dukungan juga datang dari komunitas pengguna BYD. Ketua Umum Beyond Community, Eko Budiharsono, mengatakan komunitasnya kini memiliki lebih dari 3.000 anggota. Menurutnya, layanan purnajual yang baik—mulai dari ketersediaan suku cadang, layanan darurat, hingga pembaruan perangkat lunak—menjadi alasan meningkatnya kepercayaan pengguna. “Komunikasi dengan principal juga terbuka sehingga berbagai persoalan bisa cepat diselesaikan,” pungkasnya.