LAMPUNG — Bloomberg Technoz melaporkan tren positif penjualan mobil listrik di Indonesia. Berdasarkan data Gaikindo yang dikutip Selasa (14/7/2026), produsen asal China, BYD, mencatatkan penjualan wholesales sebanyak 5.264 unit pada Juni 2026. Angka ini melonjak 488,2% dari 895 unit pada Mei 2026.
Pencapaian BYD pada Juni 2026 juga menunjukkan pertumbuhan tahunan yang impresif. Dibandingkan Juni 2025 yang hanya 2.079 unit, penjualan merek mobil listrik ini naik 153,2% menjadi 5.264 unit. Lonjakan ini menjadikan BYD sebagai pemimpin pasar EV nasional pada semester pertama 2026.
Kenaikan penjualan BYD terjadi di tengah persaingan ketat segmen kendaraan listrik di Indonesia. Strategi harga kompetitif dan perluasan jaringan dealer disebut sebagai faktor utama di balik pertumbuhan ini.
Merek SUV asal China lainnya, Jaecoo, juga mencatatkan performa mengesankan. Penjualan Jaecoo pada Juni 2026 mencapai 3.050 unit, naik tipis 1,7% dibandingkan Mei 2026. Namun, jika dilihat secara tahunan, angkanya melesat 2.441,7% dari hanya 120 unit pada Juni 2025 menjadi 3.050 unit.
Pertumbuhan Jaecoo yang eksplosif menunjukkan bahwa segmen SUV listrik mulai dilirik konsumen Indonesia. Model-model Jaecoo yang mengusung desain modern dan fitur lengkap menjadi daya tarik utama di tengah tren elektrifikasi nasional.
Data Gaikindo juga mengonfirmasi bahwa penjualan mobil secara keseluruhan menunjukkan tren positif. Segmen kendaraan listrik khususnya, mencatat pertumbuhan baik secara bulanan maupun tahunan. Hal ini menandakan bahwa adopsi mobil listrik di Indonesia semakin matang.
Dengan capaian BYD dan Jaecoo, persaingan di pasar EV Indonesia diprediksi semakin ketat pada paruh kedua 2026. Produsen lain dipacu untuk menghadirkan produk yang lebih kompetitif demi merebut pangsa pasar.