BANDARLAMPUNG — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal memastikan pengawasan ketat terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilakukan langsung dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) hingga distribusi ke sekolah-sekolah. Langkah ini diambil untuk menjamin keamanan pangan, kebersihan, dan kecukupan gizi bagi peserta didik.
Dalam kunjungannya ke sejumlah sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah luar biasa, hingga sekolah menengah atas, Gubernur membawa tim laboratorium bergerak. Pemeriksaan meliputi kualitas air, kebersihan dapur, dan kelayakan bahan baku yang digunakan dalam penyediaan makanan.
"Kami tadi membawa tim laboratorium bergerak untuk melakukan pemeriksaan terhadap kualitas air, kebersihan dapur, serta kelayakan bahan baku yang digunakan dalam penyediaan makanan," ujar Rahmat dalam keterangannya di Bandarlampung, Senin.
Hasil pemantauan sementara menunjukkan pelaksanaan program secara umum berjalan baik. Meski demikian, pemerintah mencatat sejumlah masukan dari lapangan sebagai bahan evaluasi. Gubernur menyebut sejumlah masukan teknis telah diberikan kepada pengelola SPPG untuk meningkatkan kualitas pelayanan.
"Tidak hanya melakukan evaluasi, tadi juga sudah meminta seluruh petugas menjaga komitmen dalam menyediakan makanan bergizi yang aman dan berkualitas bagi para pelajar," kata dia.
Rahmat juga mengajak masyarakat turut berpartisipasi mengawasi pelaksanaan MBG. Menurutnya, keterlibatan publik menjadi bagian penting dalam penyempurnaan program agar semakin tepat sasaran.
Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung Danang Suryo Wibowo memastikan komitmen lembaganya untuk mengawal pelaksanaan MBG sebagai program prioritas nasional. Kejaksaan akan menjadi mitra strategis Pemprov Lampung dalam pendampingan, pengawasan, dan evaluasi.
"Kami bersama Gubernur Lampung memegang teguh komitmen sesuai arahan Presiden dan Jaksa Agung. Program prioritas nasional ini akan terus kami dampingi dan kawal agar berjalan maksimal serta memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya di Provinsi Lampung," ujar Danang.
Kejaksaan Tinggi bersama pemerintah daerah akan melakukan pemantauan secara berkala ke berbagai SPPG maupun sekolah untuk memastikan setiap kendala di lapangan dapat segera dievaluasi dan diperbaiki.
Melalui pengawasan langsung sejak hari pertama sekolah, Pemprov Lampung berharap MBG dapat terlaksana secara akuntabel, higienis, dan berkelanjutan. Kehadiran program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan asupan gizi peserta didik, tetapi juga mendukung tumbuh kembang anak, meningkatkan konsentrasi belajar, serta memperkuat kualitas sumber daya manusia Lampung di masa depan.