Bahlil Resmikan Pabrik Gas Mini di Tuban, Pasok LNG hingga LPG ke Industri Jawa-Bali-Sulawesi

Penulis: Surya Dinata  •  Minggu, 12 Juli 2026 | 12:15:31 WIB
Menteri Bahlil meresmikan pabrik gas mini di Tuban yang memasok LNG dan LPG ke industri Jawa-Bali-Sulawesi.

LAMPUNG — Mini LNG Plant ini mendapat pasokan gas dari Lapangan Sumber milik PT Pertamina Hulu Energi Tuban East Java. Kontrak pasokan berjalan hingga 2035 dengan volume 15 MMSCF per hari. Dari gas mentah tersebut, pabrik menghasilkan LNG, CNG, LPG, kondensat, dan dalam waktu dekat direncanakan memproduksi CO2 cair.

Kapasitas produksi LNG mencapai 55.300 ton per tahun dengan tangki penyimpanan berkapasitas 1.600 ton. Sementara itu, LPG yang dihasilkan sebanyak 9.800 ton per tahun, kondensat 19.600 barel per tahun, dan CO2 cair 21.000 ton per tahun. Seluruh produk ini dirancang untuk didistribusikan via transportasi darat ke Jawa, Bali, dan Sulawesi.

Bahlil: Ini Kurangi Impor LPG dan Beri Kepastian Industri

Dalam sambutannya, Bahlil menekankan pentingnya fasilitas ini untuk bauran energi nasional. "Saya melihat ini adalah sebuah karya nyata dari sebuah perusahaan yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri kita. Apalagi ini kan menghasilkan ada LNG, ada LPG, ada kondensat, dan ada CNG juga. Nah ini adalah merupakan bentuk daripada bauran energi dalam mengurangi impor LPG kita," ujarnya.

Menteri ESDM itu juga menyoroti kondisi harga gas di beberapa wilayah. Menurutnya, Jawa Timur masih stabil, sementara di Jawa Barat, Banten, Bekasi, dan Jakarta harga cenderung naik karena lifting gas menurun sehingga harus beralih ke LNG. "Nah ini yang harus kita cari jalan tengah untuk mendorong ke sana," imbuh Bahlil.

Peringatan Tegas ke Pertamina: Jangan Macetkan Pasokan

Bahlil secara khusus meminta PT Pertamina Hulu Energi Tuban East Java mendukung keberlanjutan proyek ini hingga kontrak berakhir di 2035. Ia tak ingin investasi besar yang sudah dikeluarkan PT Sumber Aneka Gas sia-sia karena pasokan macet.

"Tolong disupport ya. Jangan sampai kalian 2 tahun terus macet-macet kan, tidak boleh. Orang sudah investasi besar ini, jadi support terus, pegang itu kontrak, jangan diubah-ubah kontraknya supaya mereka ada kepastian dalam melakukan investasi dalam ke depan," tegas Bahlil.

Pemerintah berharap fasilitas ini bisa mengurangi pemakaian bahan bakar yang lebih mahal dan beremisi tinggi, sekaligus meningkatkan daya saing industri nasional. Kehadiran pabrik ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi lewat kolaborasi pemerintah, BUMN, dan swasta.

Reporter: Surya Dinata
Sumber: tambang.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top