LAMPUNG — Mouse dan keyboard adalah perangkat input dengan kebutuhan daya dan bandwidth paling rendah di meja kerja Anda. Port USB 2.0 yang biasanya berwarna hitam atau putih sudah lebih dari cukup untuk menjalankan kedua perangkat ini tanpa hambatan. Kecepatan transfer data USB 2.0 yang mencapai 480 Mbps masih jauh di atas kebutuhan sinyal klik dan ketikan keyboard.
Dengan mencolokkan perangkat input ke port yang lebih lambat, Anda membebaskan port USB 3.2 Gen 2 atau USB4 untuk perangkat yang benar-benar membutuhkan kecepatan tinggi. Portable SSD, flash drive besar, atau monitor eksternal akan bekerja optimal di port berkecepatan tinggi tersebut.
Di komputer desktop atau laptop, port USB biasanya dibedakan dari warna atau simbol. Port USB 2.0 umumnya berwarna hitam atau putih, sementara port USB 3.x sering diberi warna biru, merah, atau kuning. Jika komputer Anda memiliki port USB-C, port tersebut biasanya (meski tidak selalu) mendukung kecepatan yang lebih tinggi.
Untuk mouse dan keyboard, pilih port USB 2.0 yang paling jauh dari port USB 3.x atau Thunderbolt. Jika tidak ada port USB 2.0, gunakan port USB 3.x mana pun yang tersedia — perangkat input tetap akan berfungsi, hanya saja Anda "membuang" potensi kecepatan port tersebut.
Ada dua situasi di mana Anda perlu memikirkan ulang strategi colokan ini. Pertama, jika keyboard atau mouse Anda terhubung melalui USB hub atau docking station. Hub yang menerima banyak perangkat sekaligus membutuhkan bandwidth lebih besar dari port komputer. Dalam kasus ini, colokkan hub ke port USB 3.x atau USB4 agar semua perangkat yang terhubung ke hub bisa berfungsi maksimal.
Kedua, jika keyboard Anda memiliki port USB bawaan (built-in hub) untuk mencolokkan perangkat lain seperti mouse atau flash drive. Keyboard dengan hub USB 3.x membutuhkan daya lebih dari port komputer agar port di keyboard bisa bekerja optimal. Jika Anda hanya mencolokkan mouse ke keyboard, port USB 2.0 mungkin masih cukup. Namun jika Anda berencana mencolokkan perangkat penyimpanan ke keyboard, pastikan keyboard terhubung ke port berkecepatan tinggi.
Jika komputer Anda memiliki campuran port USB Type-A dan USB-C, jangan otomatis menganggap semua port USB-C lebih cepat. Beberapa laptop kelas menengah masih menyediakan port USB-C dengan kecepatan USB 2.0 untuk menghemat biaya produksi. Cek spesifikasi motherboard atau manual laptop Anda untuk memastikan kecepatan masing-masing port.
Untuk mouse dan keyboard dengan konektor USB-C, sebaiknya gunakan kabel konverter USB-C ke USB-A jika port USB 2.0 Anda hanya tersedia dalam bentuk Type-A. Langkah ini memastikan perangkat input Anda tetap menggunakan port yang tepat tanpa menyita port USB-C berkecepatan tinggi.
Kesimpulannya, kebiasaan kecil seperti memilih port USB yang tepat untuk mouse dan keyboard bisa berdampak besar pada performa keseluruhan sistem. Simpan port tercepat Anda untuk perangkat yang benar-benar membutuhkannya, dan biarkan perangkat input menikmati port sederhana yang sudah tersedia.