BANDAR LAMPUNG — Proses pengadaan geomembran untuk TPA Bakung telah memasuki tahap pengadaan. Bahan ini disebut sebagai terpal khusus yang berfungsi melapisi dasar TPA agar air lindi tidak meresap ke tanah.
Geomembran merupakan komponen vital dalam sistem sanitary landfill. Lapisan kedap air ini mencegah kontaminasi air tanah oleh cairan sampah atau lindi.
"Untuk sanitary landfill ini kita sedang proses pembelian geomembran. Geomembran itu seperti terpal khusus untuk penanganan sampah. Tahun ini sudah masuk pengadaan dan mudah-mudahan sudah mulai digunakan," kata Budi, Rabu (8/7/2026).
DLH memastikan area di belakang TPA Bakung masih tersedia untuk menampung sampah. Setiap hari, sekitar 800 ton sampah dibuang ke lokasi tersebut.
"Area di belakang TPA Bakung masih tersedia. Sekarang juga kondisi jalannya sudah diperbaiki dengan rigid beton sehingga akses di dalam TPA jauh lebih baik," ujarnya.
Untuk mencegah kebakaran, DLH menyusun aturan dan gencar melakukan sosialisasi kepada pemulung. Aktivitas yang berpotensi memicu api, seperti merokok, dilarang keras di area pembuangan sampah.
"Sehari nya masih 800 ton sampah yang dibuang ke TPA. Namun kita tegas pemulung disana tidak diperbolehkan merokok maupun melakukan aktivitas yang berpotensi memicu api di area pembuangan sampah," tegas Budi.
Pemerintah kota juga menyiapkan ground tank sebagai sumber air cadangan jika terjadi keadaan darurat, seperti kebakaran. Selain itu, pembangunan fasilitas pengelolaan sampah di arah Kota Baru, Lampung Selatan, terus berjalan.
Proyek yang didanai pemerintah pusat itu kini sudah masuk tahap tender. "Progresnya sudah masuk tahap tender. Kita tinggal menunggu proses selanjutnya," pungkasnya.