Pemprov Lampung Buka Dua Jalur Pendidikan Alternatif untuk Anak Putus Sekolah, Targetkan Satu Desa Satu Sarjana

Penulis: Qodri Anwar  •  Selasa, 07 Juli 2026 | 22:55:01 WIB
Pemprov Lampung meluncurkan program Pendidikan Jarak Jauh untuk anak putus sekolah usia 16-18 tahun.

BANDARLAMPUNG — Anak-anak putus sekolah di Lampung kini punya kesempatan kedua untuk mengenyam pendidikan formal. Pemprov Lampung resmi menghadirkan dua program pendidikan alternatif: Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) dan SMA Terbuka, yang dirancang khusus bagi mereka yang terpaksa berhenti sekolah.

Dua Skema Belajar untuk Usia 16-21 Tahun

Program PJJ diselenggarakan melalui SMA Negeri 2 Bandarlampung. Skema ini diperuntukkan bagi anak putus sekolah berusia 16-18 tahun yang telah lulus dari jenjang sebelumnya minimal satu tahun lalu. Sistem pembelajarannya menggabungkan 70 persen secara daring dan 30 persen tatap muka. Lulusan program ini akan mendapatkan ijazah resmi dari SMA Negeri 2 Bandarlampung.

Sementara itu, program SMA Terbuka menyasar anak putus sekolah dengan rentang usia lebih luas, yakni 16-21 tahun. Peserta didik cukup mengikuti pembelajaran tatap muka dua kali dalam seminggu. "Kedua program ini hadir sebagai solusi untuk menekan angka putus sekolah sekaligus memperluas akses pendidikan menengah bagi masyarakat," ujar Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal di Bandarlampung, Selasa.

Target 2026: Satu Desa Satu Sarjana

Tak hanya pendidikan menengah, Pemprov Lampung juga menyiapkan program ambisius untuk jenjang perguruan tinggi. Mulai tahun depan, pemerintah daerah akan menjalankan program Satu Desa Satu Sarjana. Setiap desa diharapkan memiliki setidaknya satu warga yang menempuh pendidikan tinggi dan kemudian kembali membangun daerah asalnya.

Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Lampung. Selain itu, Pemprov terus mendorong pembangunan ruang kelas baru untuk menambah kapasitas layanan pendidikan di berbagai wilayah.

Angka Putus Sekolah Jadi Pemicu

Langkah ini diambil menyusul masih tingginya angka anak yang tak menyelesaikan pendidikan menengah di Lampung. Faktor ekonomi dan akses geografis menjadi penyebab utama. Dengan skema belajar yang fleksibel, pemerintah berharap hambatan tersebut bisa diminimalkan.

Program PJJ dan SMA Terbuka ini menjadi salah satu bentuk konkret prioritas Pemprov Lampung di bidang pendidikan. "Peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu prioritas utama. Karena itu, berbagai program pendidikan terus dikembangkan agar semakin banyak masyarakat memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan yang layak," tambah Gubernur Rahmat.

Reporter: Qodri Anwar
Sumber: lampung.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top