BANDARLAMPUNG — Rangkaian baru KA Rajabasa langsung mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Seluruh 640 kursi yang tersedia pada hari pertama pengoperasian dilaporkan terjual habis.
Manajer Angkutan Fasilitas dan Pelayanan Penumpang KAI Tanjungkarang, Eko Dodit Hertanto, menjelaskan perubahan paling mencolok ada pada susunan tempat duduk. Jika sebelumnya menggunakan formasi 3-2, kini diubah menjadi 2-2 sehingga ruang gerak penumpang lebih lega selama perjalanan.
"Selain itu, kursi yang digunakan kini merupakan reclining seat atau kursi yang dapat disandarkan. Dengan desain baru tersebut, penumpang tidak lagi duduk dengan posisi tegak sepanjang perjalanan maupun saling berhimpitan," kata Eko di Bandarlampung, Sabtu.
Meski layanan meningkat, tarif perjalanan untuk relasi Tanjungkarang-Kertapati tetap sama, yakni Rp32.000. "Tarif tetap, tidak ada kenaikan. Kami ingin masyarakat mendapatkan layanan yang lebih baik dengan harga yang tetap terjangkau," tegasnya.
Kepala Dinas Perhubungan Lampung, Bambang Sumbogo, menyebut peningkatan ini sebagai bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam menyediakan transportasi publik yang aman, nyaman, dan terjangkau. Kapasitas rangkaian yang sebelumnya sekitar 530-540 penumpang kini secara teknis meningkat menjadi 848 kursi.
"Namun, demi kenyamanan, jumlah kursi operasional disesuaikan menjadi sekitar 640 kursi, sehingga penumpang tidak lagi berdesakan selama perjalanan," jelas Bambang.
KAI mengimbau pelanggan merencanakan perjalanan lebih awal melalui aplikasi Access by KAI. Tiket KA Rajabasa sudah dapat dipesan hingga 45 hari sebelum jadwal keberangkatan, sedangkan KA Kuala Stabas dapat dipesan mulai 7 hari sebelum keberangkatan.
Dengan peningkatan kualitas sarana ini, KAI berharap masyarakat menjadikan kereta api sebagai pilihan utama transportasi antardaerah di Lampung dan Sumatera Selatan. Rangkaian baru ini dioperasikan untuk memberikan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman bagi para penumpang setia.