BANDAR LAMPUNG — Rangkaian Manajemen Expo yang digelar Prodi Manajemen IIB Darmajaya menjadi ajang untuk menegaskan pentingnya kolaborasi antara mahasiswa dan pelaku UMKM. Dr. Andi Desfiandi menilai kegiatan ini bukan sekadar pameran atau seminar, melainkan wadah kolaborasi nyata yang saling menguntungkan.
“Mahasiswa harus belajar langsung dari pelaku usaha, dan pelaku usaha seperti UMKM mendapatkan ilmu pengembangan usaha dari mahasiswa,” kata doktor lulusan Universitas Padjadjaran itu.
Menurut Andi, mahasiswa dapat berperan sebagai jembatan bagi UMKM untuk beradaptasi dengan teknologi digital. Ia menegaskan bahwa UMKM harus beradaptasi dengan era digital agar bisa bertahan dan berkembang. “UMKM harus beradaptasi dengan teknologi digital,” jelasnya.
Andi menambahkan, kolaborasi ini tidak hanya menguntungkan pelaku UMKM tetapi juga memberikan pengalaman praktik bisnis bagi mahasiswa. “Mahasiswa belajar praktik bisnis, sementara UMKM mendapat dukungan kreatif. Sinergi ini menciptakan ekosistem usaha yang lebih kuat,” tegas mantan Rektor IIB Darmajaya itu.
Dukungan dari Yayasan Alfian Husin, kata dia, akan terus diberikan melalui pelatihan, pendampingan, dan akses jaringan usaha. Salah satu bentuk dukungan nyata adalah dengan menggandeng Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Lampung.
Kaprodi Manajemen IIB Darmajaya, Dr. Novita Sari, menambahkan bahwa Manajemen Expo dirancang sebagai laboratorium bisnis bagi mahasiswa. “Kami mendorong mahasiswa untuk terlibat langsung dalam pendampingan usaha kecil,” ujarnya.
Menurut Novita, riset dan inovasi dari kampus bisa menjadi solusi nyata bagi pengembangan UMKM di Lampung. “Mahasiswa bisa menjadi agen digitalisasi dan pengembangan usaha,” kata dia.
Rangkaian Manajemen Expo telah berlangsung sejak satu bulan lalu. Kegiatannya meliputi visiting lecture, CEO Talk, Seminar Bisnis, dan puncaknya adalah Expo Kolaborasi Mahasiswa X UMKM yang digelar pada 25-26 Juni lalu di Kampus IIB Darmajaya.