BANDAR LAMPUNG — Biaya membangun gedung atau rumah di Kota Bandar Lampung ternyata lebih rendah dibandingkan mayoritas kabupaten/kota lain di Lampung. Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), IKK kota ini berada di urutan keempat termurah dari 15 daerah di provinsi tersebut.
IKK Kota Bandar Lampung yang sebesar 85,34 poin pada 2025 hanya lebih tinggi dari Kabupaten Lampung Timur (83,69 poin), Kota Metro (84,73 poin), dan Kabupaten Pesawaran (85,26 poin). Artinya, dari 15 kabupaten/kota di Lampung, ada 11 daerah yang biaya konstruksinya lebih mahal daripada Bandar Lampung.
Indeks ini menjadi acuan bagi pemerintah daerah dalam menghitung anggaran proyek infrastruktur, mulai dari pembangunan jalan hingga gedung sekolah. Semakin rendah IKK, semakin murah pula biaya material dan upah tenaga kerja di daerah tersebut dibandingkan dengan standar nasional di Surabaya.
Di sisi lain, kabupaten dengan IKK tertinggi justru berada di wilayah terpencil. Kabupaten Pesisir Barat memimpin dengan skor 93,05 poin, disusul Kabupaten Lampung Barat (92,01 poin), dan Kabupaten Mesuji (91,6 poin). Tingginya angka itu umumnya dipengaruhi oleh biaya logistik dan kelangkaan material bangunan di daerah tersebut.
BPS mencatat IKK Kota Bandar Lampung turun 0,67 poin dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, dalam lima tahun terakhir, indeks ini masih naik 1,08 poin, menandakan adanya fluktuasi harga material konstruksi dalam jangka panjang.
Bagi pengembang properti, IKK yang rendah bisa menjadi sinyal positif untuk memulai proyek perumahan atau komersial di Bandar Lampung. Sementara bagi warga yang hendak membangun rumah sendiri, situasi ini berarti biaya yang dikeluarkan lebih terkendali ketimbang di daerah-daerah seperti Pesisir Barat atau Lampung Barat.