LAMPUNG SELATAN — Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dan MUI sepakat menjadikan sinergi ulama-umara sebagai fondasi utama pembangunan daerah yang tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga kuat dalam karakter dan moral. Kesepakatan itu mengemuka dalam Mukerda MUI yang dihadiri puluhan tokoh agama, akademisi, dan perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam, seperti PCNU, DPD Muhammadiyah, DPD LDII, FKUB, hingga Baznas.
Wakil Bupati M. Syaiful Anwar menekankan bahwa kemajuan pembangunan tidak bisa diukur semata dari pertumbuhan ekonomi dan infrastruktur. Menurutnya, kualitas akhlak, karakter, persatuan, serta ketahanan moral masyarakat justru menjadi penentu keberlanjutan pembangunan.
“Sinergi antara ulama dan umara merupakan fondasi utama keberhasilan pembangunan daerah,” ujar Syaiful dalam sambutannya.
Ia menambahkan, MUI merupakan mitra strategis pemerintah dalam membina kehidupan keagamaan, memperkuat ukhuwah Islamiyah, dan menjaga kerukunan umat di tengah dinamika perkembangan zaman. Pemerintah daerah berkomitmen memperkuat kemitraan ini melalui program kolaboratif, mulai dari pembinaan keagamaan, pendidikan karakter, penguatan moderasi beragama, hingga pemberdayaan masyarakat.
Wabup Syaiful berharap Mukerda MUI 2026 mampu menghasilkan program kerja yang adaptif, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan warga Lampung Selatan. Ia menyebut tiga prioritas utama yang perlu dirumuskan: memperkuat ketahanan keluarga, membina generasi muda, dan meningkatkan literasi keagamaan di daerah.
“Hasil musyawarah diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Ketua Umum MUI Provinsi Lampung, Prof. Dr. KH. Mohammad Mukri, M.Ag., mengingatkan bahwa Mukerda bukan sekadar ajang silaturahmi. Forum ini harus menghasilkan rumusan program kerja yang konkret dan bisa langsung diimplementasikan untuk menjawab persoalan umat.
“Mukerda ini bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi memformulasikan secara matang apa yang bisa dilaksanakan secara nyata. MUI harus hadir sebagai pelayan umat sekaligus mitra pemerintah yang mampu memberikan solusi atas berbagai dinamika sosial,” kata Prof. Mukri.
Kegiatan ini turut dihadiri Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Anasrullah; Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setdakab, Firmansyah; Anggota DPRD Lampung Selatan Dapil 5, Slamet Nuriman; serta perwakilan Kantor Kementerian Agama Lampung Selatan. Ketua Umum MUI Kabupaten Lampung Selatan, Dr. KH. Ahmad Habib, M.Pd., juga hadir bersama jajaran pengurus.