LAMPUNG — Samsung Galaxy dikenal sebagai jajaran ponsel Android paling lengkap di pasaran. Namun, satu hal yang masih membuat penggemar setianya bergidik adalah jumlah aplikasi bawaan yang memenuhi layar sejak pertama kali dinyalakan. Bukan cuma aplikasi Google yang standar, Samsung juga menambahkan aplikasi buatannya sendiri yang seringkali menjadi tumpang tindih.
Masalah utamanya bukan pada kualitas aplikasi Samsung. Beberapa di antaranya, seperti Samsung Internet, justru cukup baik. Yang menjadi soal adalah keberadaan aplikasi duplikat yang fungsinya sudah tercakup oleh layanan Google yang lebih umum dipakai.
Pengguna akhirnya memiliki dua aplikasi untuk satu fungsi yang sama — misalnya browser, galeri, atau pesan. Hal ini tidak hanya memakan ruang penyimpanan, tetapi juga membuat layar aplikasi terasa berantakan.
Berdasarkan pengalaman menggunakan berbagai seri Galaxy, ada empat aplikasi bawaan yang selalu saya hapus pertama kali:
Kebijakan Samsung mengirimkan ponsel dengan banyak aplikasi bawaan sebenarnya bukan hal baru. Ini adalah strategi lama untuk memperkenalkan layanan mereka sendiri — mirip dengan yang dilakukan Google lewat Pixel. Namun, perbedaannya, Samsung membuat versi alternatif dari aplikasi yang sudah ada.
Keputusan menghentikan Samsung Messages menjadi sinyal bahwa perusahaan mulai mengakui pendekatan ini tidak selalu ideal bagi pengguna. Dengan mendorong pengguna ke Google Messages, Samsung secara tidak langsung mengakui bahwa aplikasi pesan bawaan mereka kalah populer.
Bagi pembeli baru Samsung Galaxy, langkah pertama yang bisa dilakukan adalah menyisihkan waktu 10-15 menit untuk membersihkan layar aplikasi. Aplikasi-aplikasi di atas bisa dihapus atau dinonaktifkan tanpa mempengaruhi kinerja sistem.
Proses ini tidak hanya membuat ponsel terasa lebih ringan, tetapi juga menghilangkan kebingungan saat mencari aplikasi yang benar-benar dipakai sehari-hari.